JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Bojonegoro menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, doa bersama, sekaligus pemberangkatan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk bertugas dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PCNU Bojonegoro, Selasa (25/8/2026).
Acara diawali dengan pengajian kitab Adabul Alim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang disampaikan Irsyadul Ibad. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mahalul qiyam serta pengarahan Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nurwahyudi.
Dalam arahannya, Nurwahyudi menyampaikan kebanggaannya terhadap proses kaderisasi yang terus dilakukan GP Ansor Bojonegoro. Menurutnya, kaderisasi merupakan bagian penting dari hasil rapat kerja organisasi sekaligus upaya meneruskan tradisi keilmuan para ulama Nahdlatul Ulama.
“Yang tidak lain adalah meneruskan ilmu yang sudah menjadi budaya para ulama yang kita hadirkan di organisasi melalui kaderisasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya momentum Maulid Nabi sebagai sarana meningkatkan semangat kader dalam berorganisasi. Menurutnya, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani dakwah dan perjuangan Rasulullah.
“Semoga dengan kita memperingati hari kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad ini bisa menambah spirit kita dalam berorganisasi,” katanya.
Nurwahyudi mengingatkan bahwa GP Ansor memiliki posisi strategis karena bergerak di wilayah kepemudaan. Para kader, kata dia, merupakan bagian dari generasi penerus yang kelak akan menjadi pemimpin di tengah masyarakat.
Ia mengajak kader untuk meneladani dakwah Rasulullah SAW, kemudian mencontoh perjuangan para ulama, kiai, dan tokoh NU di lingkungan masing-masing.
“Kita yakin bahwa di setiap ranting, setiap desa, bahkan setiap RT ada kader-kader kita yang bergerak dan meneruskan keilmuan Nahdlatul Ulama serta melestarikan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai GP Ansor perlu terus memperkuat hubungan dengan para santri dan alumni pesantren. Hal tersebut penting agar para kader yang telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren memiliki ruang untuk mengaktualisasikan ilmu dan pengabdiannya di tengah masyarakat melalui organisasi.
Nurwahyudi juga menyoroti proses kaderisasi GP Ansor Bojonegoro yang saat ini telah berjalan di 15 kecamatan. Namun, secara kuantitas, jumlah peserta disebut masih mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Karena itu, ia mengajak jajaran pengurus untuk mengevaluasi faktor penyebabnya sekaligus mencari strategi baru agar kaderisasi dapat berjalan lebih optimal.
“Kita punya tanggung jawab untuk melakukan kaderisasi. Maka keberlangsungan kaderisasi harus benar-benar kita perhatikan,” tegasnya.
Ia menyebut tiga unsur penting yang perlu berjalan secara sinergis, yakni kaderisasi, Banser, dan penguatan jaringan organisasi. Menurutnya, sinergi antara kader pesantren, intelektual muda, organisasi formal, serta masyarakat umum dengan latar belakang yang beragam dapat memperkuat gerakan GP Ansor di Bojonegoro.
“Ketika menjadi satu rangkaian dan bekerja sama secara terkoordinasi dengan baik, saya yakin Gerakan Pemuda Ansor di Bojonegoro akan semakin terasa syiarnya dan semakin membumi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, PC GP Ansor Bojonegoro juga memberangkatkan 126 anggota Banser untuk menjalankan tugas pengamanan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Nurwahyudi mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mendoakan para anggota Banser agar diberikan kesehatan, keselamatan, keistiqamahan, serta mampu menjalankan tugas dengan baik sesuai amanah yang diberikan.
Ia juga mendoakan keluarga para anggota Banser yang ditinggalkan sementara selama menjalankan tugas agar diberikan ketenangan dan kesabaran.
“Semoga sahabat-sahabat yang berangkat diberi kesehatan, keistiqamahan dalam bertugas, serta keselamatan dari berangkat hingga kembali ke rumah,” tuturnya.
Nurwahyudi memahami bahwa sebagian kader yang terlibat dalam kegiatan organisasi juga memiliki tanggung jawab keluarga, pekerjaan, serta kewajiban sosial. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran organisasi untuk saling memahami dan memberikan dukungan.
Menurutnya, kader GP Ansor berada pada usia produktif yang bersamaan dengan fase membangun keluarga, ekonomi, dan peran sosial. Namun, ketika seorang kader telah menerima amanah organisasi, tanggung jawab tersebut harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan pemberangkatan Banser tersebut semakin memperkuat semangat pengabdian kader GP Ansor Bojonegoro kepada NU dan masyarakat.
“Apapun rintangannya, ketika kita sudah diberi amanah di Gerakan Pemuda Ansor, Insyaallah akan kita jalani bersama,” pungkasnya.(Red)













