JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sukur Priyanto Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro mengucapkan terima kasih atas berdirinya Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander PT. Kareb Alam Sejahtera. Menurutnya dengan MPS Dander bisa mengurangi kemiskinan, khususnya Bojonegoro selatan.
Hal itu dikatakan Sukur Priyanto saat menghadiri peresmian MPS Dander PT. Kareb Alam Sejahtera kemarin, Selasa (30/01/2024).
“Bojonegoro sebelah selatan atau Dander dan sekitarnya termasuk penyumbang warga kurang mampu yang cukup banyak, artinya pasca ini ruang gerak dan peluang untuk mendapatkan peluang mata pencaharian dan pekerjaan di kawasan Bojonegoro selatan ini bisa terjawab,” kata politisi senior partai Demokrat Bojonegoro itu l.
Sukur Priyanto berharap, dengan keberadaan MPS Dander ini memberikan kontribusi berupa lapangan pekerjaan yang cukup signifikan di kawasan Dander dan sekitarnya.
Dalam kesempatan itu syukur Priyanto juga menjelaskan pengangguran di Bojonegoro semakin meningkat setiap tahunnya.
“Kemampuan APBD kita yang besar, tidak sebanding degan munculnya atau terciptanya lapangan pekerjaan yang signifikan di kabupaten Bojonegoro. APBD kita yang tembus di angka 8 triliun ini tidak di barengi pertumbuhan lapangan kerja yang signifikan, ini di buktikan dengan jumlah angka pengangguran di setiap tahun yang tembus 40-60 ribu orang,” tambahnya.
Menurut Sukur, seharusnya tata kelola keuangan atau program yang diciptakan oleh pemerintah sebisa mungkin ini harus sebagian harus berorientasi untuk menciptakan lapangan kerja di Bojonegoro. Menurutnya, percuma APBD besar kalau angka kemiskinan masih banyak.
“Selama 5 tahun terakhir, APBD kita berangkat dari angka 5 sampai 8 triliun sampa saat ini hasil survei BPS adalah tahun 2018 kita masih pada peringkat 27 di jawa timur, 2019-2023 kita masih pada peringkat yang sama yaitu peringkat 27 untuk kabupaten termiskin di jawa timur 11 terendah,” terang Pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro itu.
Disinggung soal Raperda Kawasan Tanpa Rokok Sukur Priyanto menjelaskan, Fraksi Demokrat atau Sukur Priyanto pertimbangkan tolak Raperda Kawasan Tanpa Rokok.
“Krena Bojonegoro sama kota besar itu beda, wilayah Bojonegoro, Surabaya sama Jakarta sama kota kota besar lainya itu beda. Dimana di sana itu sempit penduduknya padat, luas wilayahnya gak begitu lebar. Beda dengan bojonegoro yang jumlah penduduknya baru 1,4 juta jiwa, yang memberikan alasan kita untuk menolak perda KTR,” jelasnya
Selain itu menurut Sukur, keberadaan petani tembakau ini sangat sehat dan sangat produktif. Pada tatanan normal petani tembakau sama petani padi. Petani tembakau bisa lebih cepat kaya.
“Harus diciptakan ruang gerak yang cukup jangan ketika kita mendorong kabupaten Bojonegoro mendorong produksi tembakaunya baik, meningkat tapi di sisi lain kita menciptakan perda itu. Lha itu sama saja dengan tidak linier,” pungkasnya.

Dilokasi yang sama Anis Yuliati, Ketua SPSI Bojonegoro juga menanggapi dibukanya MPS baru di kecamatan dander tersebut. Anis sangat bersyukur dengan di bukanya MPS Dander PT. Kareb Alam Sejahtera.
“Ini telah membuka lapangan pekerjaan untuk daerah-daerah terpencil, karena memang di MPS Dander ini, suatu daerah yang belum ada pabrik besarnya. Dengan PT. Kareb Alam Sejahtera membangun di sini sangat sangat luar biasa, bisa menyerap tenaga kerja yang daerahnya pasif jadi warganya bisa bekerja di tempat ini,” kata Anis.
Perlu diketahui bersama, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau.














