Jagatsembilan.com | Bojonegoro – Lebih dari dua ratus aliansi Relawan Prabowo-Gibran Jawa Timur, merekomendasikan Achmad Mukhtarul Huda untuk maju sebagai bakal calon bupati bojonegoro 2024 mendatang. Hal ini disampaikan Advent Yanuar selaku presidium Aliansi Relawan Pragi Jawa Timur, bahwa dukungan kepada Achmad Mukhtarul Huda, setelah pihaknya melakukan evaluasi dan pemetaan di lapangan. Sabtu (13/07/24).
Rekomendasi Aliansi Pragi terhadap Achmad Mukhtarul Huda tersebut lantaran Achmad Mukhtarul Huda, aktif di Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, hal tersebut berdampak pada kedekatan moril pada Aliansi Pragi Jawa Timur.

“Dan juga Visi beliau, latar belakang beliau adalah santri At-tanwir dan latar belakang pendidikannya juga jelas,” katanya.
Dengan mengusung semangat “Bojonegoro Anyar”, lanjutnya, sebagai bentuk semangat Kang Huda (sapaan akrab Achmad Mukhtarul Huda) untuk memperjuangkan beberapa item khususnya APBD Bojonegoro yang cukup tinggi namun berbanding terbalik dengan kesejahteraan masyarakat bojonegoro.
“Belum berkeadilan untuk masyarakat Bojonegoro. Ini yang menjadi evaluasi kita bersama saat ini,” ujarnya.
Saat disinggung terkait Partai pengusung, Advent Yanuar, menjelaskan jika pihaknya bersama Kang Huda telah berkomunikasi dengan beberapa partai politik diantaranya adalah Partai Gerindra, Golkar dan Demokrat.
“Kita sudah melakukan pendekatan dengan beberapa partai kecuali PKB dan PDI-P, karena mereka kan partai incumben ya di Bojonegoro ini” tegasnya.
Dalam kesempatan itu Advent juga menjelaskan calon pendamping Kang Huda, saat ini pihaknya masih dalam penjajakan dan telah berkomunikasi dengan beberapa pihak.
“Sampai saat ini kita masih tetap mendukung kang Huda sebagai cabup,” pungkasnya.
Di lokasi yang sama Ainun Naim, selaku relawan Kang Huda kepada awak media menceritakan sosok Kang Huda menurut kacamatanya. Menurutnya Kang Huda adalah sosok yang pemikir dan menginginkan agar rakyat bojonegoro makmur. Menurutnya sosok Kang Huda yang berlatar belakang dosen fakultas hukum di Universitas Indonesia (UI) mampu untuk mengelola APBD Bojonegoro.
“Jangan sampai APBD Bojonegoro yang melimpah ini diserahkan kepada orang yang salah apalagi tidak cakap dan tidak berkompeten,” katanya.

Dengan latar belakang dosen fakultas hukum dan santri, lanjutnya, Kang Huda adalah orang yang tepat untuk memimpin kabupaten bojonegoro 5 tahun ke depan.
“Jadi Kang Huda lah yang paling tepat untuk memimpin bojonegoro di 2024 mendatang,” ujarnya.
Selain pengelolaan APBD yang menjadi pekerjaan rumah adalah pemberantasan korupsi. Hal ini mengingat bahwa kabupaten bojonegoro menjadi kabupaten dengan APBD terbesar ke dua di Jawa Timur. Namun dengan APBD yang melimpah berbanding terbalik dengan kemiskinan yang masih tinggi di kabupaten bojonegoro.
“Kabupaten yang memiliki APBD yang sangat besar tetapi Fakta dan kenyataannya bojonegoro menjadi daerah termiskin no 11,” Pungkasnya.













