Bagana GP Ansor Jatim dan Nurul Hayat Salurkan Bantuan ke Dusun Terisolir di Aceh Timur

JagatSembilan.com | Aceh Timur — Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Nurul Hayat bersama Badan Penanggulangan Bencana (Bagana) Satkorwil Jawa Timur menyalurkan bantuan logistik bencana alam kepada warga Dusun Alor Merbo, Desa Pantai Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (20/01/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak kondisi darurat bencana di wilayah terpencil.

Dusun Alor Merbo merupakan kawasan terisolir yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Akses menuju lokasi hanya dapat ditempuh melalui jalur sungai, sehingga proses distribusi bantuan memerlukan upaya ekstra serta koordinasi lintas pihak. Tercatat sebanyak 146 Kepala Keluarga (KK) bermukim di dusun yang juga masuk kategori wilayah rawan bencana tersebut.

Dalam kegiatan ini, Nurul Hayat menyalurkan amanah bantuan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tuban berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat terdampak.

Perwakilan Nurul Hayat, Afif Khunaifi, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan yang harus disampaikan langsung kepada warga yang membutuhkan.

“Kami dari Nurul Hayat menyalurkan amanah bantuan sembako dari IDI Cabang Tuban untuk saudara-saudara kita di Dusun Alor Merbo. Meski medan cukup sulit dan hanya bisa diakses melalui sungai, hal ini tidak mengurangi komitmen kami untuk hadir dan membantu masyarakat di wilayah pelosok yang terdampak bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Mensospema) GP Ansor Jawa Timur, Dr. Rijal Mumazziq, menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga merupakan kunci dalam menjawab persoalan kemanusiaan, khususnya di wilayah rawan dan terisolir.

“Bantuan ini bukan sekadar distribusi logistik, tetapi wujud nyata solidaritas dan tanggung jawab sosial kita bersama. Wilayah seperti Dusun Alor Merbo membutuhkan perhatian berkelanjutan, baik dalam aspek penanganan darurat, jaminan pangan, hingga solusi jangka panjang seperti relokasi yang aman dan manusiawi,” tegas Dr. Rijal Mumazziq.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Nurul Hayat, Bagana, IDI Cabang Tuban, serta para relawan yang telah berjuang menembus keterbatasan akses demi memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak.

Senada dengan hal tersebut, Pandu Hendra selaku perwakilan Bagana Jawa Timur menegaskan bahwa Dusun Alor Merbo merupakan wilayah zona merah rawan bencana yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.

“Dusun Alor Merbo ini masuk wilayah rawan dan zona merah. Ke depan, perlu ada kepastian relokasi warga agar keselamatan mereka lebih terjamin. Selain itu, jaminan pangan juga harus menjadi perhatian utama, tidak hanya saat kondisi darurat, tetapi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dusun Alor Merbo, Sabillah, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan kepada warganya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disalurkan, termasuk dari Nurul Hayat dan semua pihak yang telah membantu kami di pelosok desa. Harapan kami ke depan ada kepastian relokasi karena kampung ini berada di zona merah, serta jaminan pangan bagi warga kami terus diperhatikan,” ungkapnya.

Melalui sinergi lembaga kemanusiaan, relawan kebencanaan, organisasi kepemudaan, dan para donatur, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Aceh dapat terpenuhi sekaligus menjadi langkah awal menuju solusi jangka panjang bagi keselamatan dan kesejahteraan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *