JagatSembilan.com | Bojonegoro – Berawal dari hobi memelihara unggas, Yuli, warga Kelurahan Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, kini mengembangkan peternakan ayam kampung unggul jenis Elba dan KUB2 untuk komsumsi sehari hari
Di pekarangan rumahnya, Yuli memelihara ayam petelur jenis Elba dan ayam kampung unggul KUB2 yang dikenal memiliki masa panen lebih cepat dibanding ayam jawa biasa. Selain untuk konsumsi keluarga, hasil ternaknya juga memberikan penghematan pengeluaran rumah tangga hingga sekitar satu juta rupiah.
Yuli mengatakan, seluruh bibit ayam yang dipeliharanya berasal dari proses penetasan sendiri menggunakan alat penetas telur elektronik miliknya. Namun menurutnya, tidak semua telur bisa ditetaskan.

“Yang bisa ditetaskan itu telur hasil kawin antara betina dan jantan. Kalau betina bertelur sendiri tanpa perkawinan, ya tidak bisa menetas,” ujar Yuli. Jumat (15/05/2026).
Setelah menetas dari mesin penetas, anak ayam kemudian dipindahkan ke kotak khusus selama kurang lebih satu bulan. Pada masa itu, lampu di dalam kotak selalu dinyalakan untuk menjaga suhu tetap hangat, sementara pakan untuk fase itu masih menggunakan pakan pabrikan agar pertumbuhan anak ayam lebih maksimal.
Ia menjelaskan, ayam jenis Elba maupun KUB2 sama-sama mampu menghasilkan telur. Namun untuk produktivitas telur, jenis Elba dinilai lebih unggul karena jumlah telurnya lebih banyak.
Yuli juga menyebut ayam Elba yang dipelihara memang dikenal sebagai ayam kampung petelur unggul dengan produktivitas mencapai sekitar 25 hingga 28 butir per hari (bergantung jumlah ayamnya) apabila dipelihara secara intensif
Selain fokus pada ayam petelur, Yuli juga mengembangkan ayam KUB2 karena pertumbuhannya lebih cepat. Menurutnya, ayam KUB2 sudah dapat dipanen pada usia tiga sampai empat bulan, sedangkan ayam jawa biasa umumnya membutuhkan waktu hingga sekitar delapan bulan.
“Kalau KUB2 lebih cepat panen dibanding ayam jawa biasa. Sekitar tiga sampai empat bulan sudah bisa dipanen,” jelasnya.
Dalam menjaga kebersihan kandang, Yuli memiliki cara tersendiri untuk mengurangi bau dari kotoran ayam. Ia biasa memberikan tetes tebu pada ternaknya dan menaburkan kapur di bawah sekam kandang untuk membantu menjaga kesehatan unggas.
Langkah tersebut sejalan dengan sejumlah metode peternakan yang umum diterapkan untuk mengurangi bau amonia serta menekan pertumbuhan bakteri di kandang ayam. Penggunaan kapur dan sekam diketahui dapat membantu menjaga kandang tetap kering dan higienis sehingga risiko penyakit pada unggas dapat ditekan.
Dengan ketelatenan yang dijalani setiap hari, Yuli berharap usaha ternak ayam kampung unggul yang dirintis dari hobi tersebut dapat terus berkembang dan menjadi sumber makanan keluarga serta surplus untuk dipasarkan














