JagatSembilan.com | Malang – Bojonegoro Creative Network (BCN) dan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Bojonegoro melakukan kunjungan ke kawasan wisata Boon Pring, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang digelar oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan BCN mendapatkan pengawalan dan penjelasan langsung dari pemandu wisata (tour guide) bernama Rudy. Ia memperkenalkan berbagai potensi Boon Pring sebagai destinasi wisata alam berbasis konservasi bambu yang dikelola oleh masyarakat setempat. Kawasan ini dikenal memiliki ratusan jenis tanaman bambu serta danau alami yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Menurut keterangan Rudy, tempat wisata Boon Pring didirikan pada tahun 2013, saat ia menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Desa Sanankerto. Dalam perjalanannya, Boon Pring telah memperoleh berbagai penghargaan tingkat nasional berkat pengelolaan lingkungan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam.
Menariknya, di lokasi wisata Boon Pring para pengunjung tidak menggunakan uang tunai untuk transaksi. Rombongan BCN membeli alat penukaran suvenir berupa keping bambu yang berfungsi sebagai alat tukar di dalam area wisata. Setiap keping memiliki nilai setara Rp5.000 dan dapat digunakan untuk membeli makanan, minuman, maupun cendera mata.
Ketua Bojonegoro Creative Network, Alfianto, menyampaikan bahwa kunjungan ke Boon Pring menjadi momen penting untuk memperkaya wawasan para pegiat kreatif Bojonegoro mengenai pengelolaan wisata berkelanjutan.
“Boon Pring ini contoh nyata bagaimana alam, masyarakat, dan kreativitas bisa berjalan beriringan. Kami berharap pengalaman ini bisa menginspirasi pengembangan sektor wisata kreatif di Bojonegoro,” ujar Alfianto.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk mempererat jejaring antar komunitas kreatif dari berbagai daerah yang terlibat dalam ICCF 2025. “Sinergi dan kolaborasi seperti ini penting agar potensi daerah bisa tumbuh bersama,” pungkasnya.













