JagatSembilan.com | Bojonegoro – Debat publik yang ke dua sukses digelar oleh KPU Bojonegoro malam ini Minggu (17/11/2024). Menurut analis, Paslon 02 lebih sistematis dalam setiap perencanaan program-programnya.
drg. Sofan Solikin salah satu analis menyoroti soal pertanyaan terkait tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya jawaban dari Paslon 02 sangat sistematis.
“Tadi menanggapi pertanyaan panelis soal tata kelola pemerintahan Mas Wahono menjawab sangat sistematis. Dan memang tahapannya harus seperti itu,” kata Dokter Sofan yang juga Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita itu.
Pria bertubuh tambun itu menerangkan, guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, maka yang perlu dilakukan adalah pertama mengkaji peraturan yang ada. Kedua menyerap aspirasi dari praktisi, akademisi ormas dan juga NGO (Non-Governmental Organization.red) serta media.
“Ketiga yakni akuntabilitas dan transparan, keempat transformasi digital dan partisipasi publik melalui sapa Bupati,” terang Dokter Sofan
Menurut Dokter Sofan, seorang pemimpin harus seperti itu yang setiap langkahnya didasari tahapan yang benar. Karena menurutnya jika tahapan tidak benar, khawatirnya akan menimbulkan dampak hukum yang menyusahkan semua pihak.
“Jadi jangan sampai ada program kerja yang tidak sistematis atau tidak sesuai aturan. Kalau tidak sesuai aturan bisa dipastikan akan menyusahkan di kemudian hari seperti kemarin-kemarin itu,” terangnya.
Dokter Sofan juga mengatakan, program “klunting” dari Paslon 01 Teguh-Farida cenderung mengada-ada. Menurutnya program “klunting” akan sulit terealisasi lantaran adanya peraturan Permendagri No 77 tahun 2020 sudah mengatur itu.
“Bagaimana cara pemberian hibah, Bansos atau bantuan lain itu sudah diatur. Jadi pemimpin kedepan harus jelas dalam setiap program-programnya, aturan apa? Sudah aspiratif atau belum? Akuntabilitas dan transparansinya bagaimana? Ini semua harus jelas,” tambah asal Kalitidu itu.














