Dorong Digitalisasi Laporan, LAZISNU Bojonegoro Konsolidasikan Pengelolaan ZIS Berbasis Aplikasi

Pengurus LAZISNU Bojonegoro saat silaturahmi dan koordinasi digitalisasi laporan ZIS di MWCNU Sumberejo
Pengurus LAZISNU Bojonegoro bersama perwakilan MWCNU wilayah Sumberejo, Kanor, Baureno, Balen, Kedungadem, dan Kepohbaru usai forum konsolidasi pengelolaan ZIS berbasis aplikasi digital, Minggu (1/3/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dalam upaya memperkuat tata kelola dan transparansi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), LAZISNU Bojonegoro menggelar kegiatan Silaturahmi dan Koordinasi pada Minggu, 1 Maret 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MWCNU Kecamatan Sumberejo dengan dihadiri oleh LAZISNU MWCNU Sumberejo selaku tuan rumah, serta LAZISNU MWCNU Kanor, Baureno, Balen, Kedungadem, dan Kepohbaru.

Kegiatan ini merupakan agenda lanjutan dari rangkaian silaturahmi dan koordinasi yang sebelumnya telah diselenggarakan di wilayah Barat, Tengah, dan Selatan Kabupaten Bojonegoro, menyesuaikan dengan pembagian wilayah LAZISNU MWCNU masing-masing sebanyak 28 Kecamatan. Dengan pola kewilayahan tersebut, konsolidasi diharapkan lebih efektif dan fokus pada kebutuhan serta karakteristik tiap daerah.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sistem administrasi dan pelaporan berbasis aplikasi digital yang mulai diterapkan di tingkat MWCNU. Digitalisasi dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan akuntabilitas, mempercepat proses pelaporan, serta mempermudah monitoring program secara terintegrasi antara tingkat kecamatan dan kabupaten.

Ketua LAZISNU Bojonegoro, Eko Arief Cahyono, dalam arahannya menekankan bahwa transformasi digital merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjawab tantangan zaman.

“Rangkaian koordinasi ini kita lakukan bertahap per wilayah agar pendampingan lebih maksimal. Salah satu fokus utama tahun ini adalah penerapan laporan berbasis aplikasi digital. Dengan sistem tersebut, penghimpunan dan penyaluran bisa tercatat secara real time, transparan, dan terintegrasi. Ini ikhtiar kita untuk memperkuat kepercayaan publik,” ujar Eko Arief Cahyono.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan seluruh LAZISNU MWCNU di Bojonegoro diharapkan mampu menjalankan standar pelaporan yang seragam, sehingga data dapat menjadi dasar dalam perencanaan program yang lebih tepat sasaran dan berdampak luas.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Diskusi interaktif membahas tantangan di lapangan, penguatan kapasitas amil, serta strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam gerakan zakat dan filantropi NU.

Dengan terselenggaranya agenda lanjutan ini, LAZISNU di wilayah Sumberejo, Kanor, Baureno, Balen, Kedungadem, dan Kepohbaru diharapkan semakin solid dan siap bertransformasi menuju pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi demi kemaslahatan umat di Kabupaten Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *