Dihadapan Mahasiswa, Nurul Azizah Paparkan Strategi Pemkab dalam Tangani Kemiskinan

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Hj. Nurul Azizah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro menjelaskan tentang sinergi penanganan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro hari ini, Sabtu (23/03/2024) kepada Mahasiswa Unigoro. Menurut Nurul, Pemkab Bojonegoro telah menginventarisir data kemiskinan melalui data mandiri masyarakat miskin daerah (Damisda).

Perempuan asli Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro itu mengatakan, ada lima kecamatan dengan kantong kemiskinan tertinggi pada 2023. Yakni Ngasem, Kepohbaru, Kedungadem, Ngraho, dan Tambakrejo.

Sekda Perempuan pertama Kabupaten Bojonegoro itu juga menerangkan, secara umum, capaian prosentase kemiskinan di Kota Ledre lebih rendah dibandingkan dengan kabupaten sekitarnya seperti Lamongan dan Tuban.

“Ada tiga strategi utama dalam rangka pengentasan kemiskinan yang kita lakukan tahun 2023. Mulai dari pengeluaran beban pengeluaran seperti program sepuluh sarjana per desa, domba kesejahteraan, bantuan sosial untuk keluarga miskin ekstrem dan sebagainya. Lalu ada pula peningkatan pendapatan dengan BKD (bantuan keuangan desa) untuk BUMDes dan kartu pedagang produktif. Serta pengurangan kesenjangan wilayah dalam bentuk pembangunan infrastruktur,” terang Nurul Azizah.

Nurul Azizah menerangkan itu sebagai salah satu pemateri dalam Studium General KKN Tematik Kolaboratif Unigoro 2024. Acara itu dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro).

Selesai memberikan materi, Hj. Nurul Azizah menerima cendera mata dari Arief Januarso Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro yang menaungi Unigoro.

Selain Hj. Nurul Azizah LPPM Unigoro juga menghadirkan External Officer Manager Exxon Mobil Cepu Ltd (EMCL), Beta Wicaksono, serta Communication Relations and CID Pertamina EP Cepu Zona 12, Bayu Tangguh Familu.

Sekda Bojonegoro, EMCL, dan Pertamina EP Cepu mengapresiasi misi yang diusung dalam KKN Tematik Kolaboratif Unigoro 2024. KKN Unigoro tahun ini mengangkat tema Sinergitas Desa dan Perguruan Tinggi dalam Upaya Mencapai Zero Poverty untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *