JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dinas Peternakan Bojonegoro hari ini Kamis (24/10/2024) gelar Bimtek Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian. Acara itu dilaksanakan di Aula Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Jl. Basuki Rahmat Bojonegoro Jawa Timur.
Dalam acara itu dihadiri langsung oleh, Dr. Ir. Nurdiah Husnah, M.Si Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika, Drh. Dicky Mohammad Dikman , M.phil Kepala Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Besar, Elfia Nuraini, S. Pt, MP Kabid Ternak Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro, Ratusan Peserta dari 51 Kelompok Ternak di Kabupaten Bojonegoro.

Dr. Ir. Nurdiah Husnah, M. Si Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika dalam sambutannya mengapresiasi acara Bimtek yang dilaksanakan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro.
“Kegiatan ini untuk mendapatkan informasi terkait SNI dari Rumanansia Besar semoga itu memberikan manfaat yang besar,” kata Bu Nurdiah sapaan akrab dari Dr. Ir. Nurdiah Husnah M, Si
Bu Nurdiah juga berharap, para pelaku ternak di Kabupaten Bojonegoro bisa menerapkan SNI dari Rumanansia Besar.
“Hingga apa yang dihasilkan itu menjamin kualitasnya untuk pengguna di luar sana,” harap Bu Nurdiah.

Elfia Nuraini, S. Pt, MP Kabid Ternak Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro mewakili Kepada Dinas mengatakan, bahwa pemerintah kabupaten Bojonegoro memandang usaha ternak adalah usaha yang sangat potensial.
“Sehingga dijadikan salah satu program prioritas untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” Bu Elfia sapaan akrab dari Elfia Nuraini S, Pt, MP
Bu Elfia juga menambahkan, Kabupaten Bojonegoro sudah ditetapkan sebagai daerah penghasil sapi potong jenis PO.
“Kabupaten Bojonegoro telah mendapatkan bantuan 18 sapi PO tahun 2021 dengan rincian 8 jantan dan 10 betina. Alhamdulillah pada tahun 2024 ini sudah menjadi 129 ekor sapi,” kata Bu Elfia perempuan asli dari Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro itu.
Menurut Bu Elfia, dengan kenyataan itu Bojonegoro menunjukkan mampu sebagai daerah penangkaran sapi pogasi.
Sementara itu Drh. Dicky Mohammad Dikman , M.phil Kepala Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Besar dalam keterangannya mengatakan, kegiatan itu adalah untuk standarisasi sapi pogasi yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
“Kami juga mengadakan sosialisasi terkait SNI sapi potong atau sapi pogasi. Standarisasi disini adalah standarisasi bibit sapi pogasi dan pakan ternaknya,” terang Pak Dicky yang sangat aktif di dunia peternakan Kabupaten Bojonegoro itu.
Dalam pemasaran hasil ternak, Pak Dicky meminta peternak jeli dalam menjual sapinya. Menurutnya Pak Dicky, jangan sampai peternak dirugikan dan hanya menguntungkan tengkulak atau makelar.
“Kita berusaha meminimalisir itu dengan berusaha menghubungkan peternak dengan pembeli yang membutuhkan secara langsung,” terang Pak Dicky.














