Dirangkai dengan Pembacaan Manaqib, Ponpes Abu Dzarrin Al-Ridwan Gelar Haul Pendiri Pondok

Santri Ponpes Abu Dzarrin Al-Ridwan Bojonegoro mengikuti khotmil Qur’an di acara haul
Puluhan santri Ponpes Abu Dzarrin Al-Ridwan mengikuti prosesi khotmil Qur’an 30 juz dalam rangkaian haul pendiri pondok di Dander, Bojonegoro.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pondok Pesantren Abu Dzarrin Al-Ridwan, Sumberwuluh, Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro menggelar haul pendiri pondok, KH. Ali Syafi’i ke-25 dan Ny. Hj. Lu’lu’atul Fu’ad ke-5, yang dirangkai dengan pembacaan manaqib serta Maulidurrasul SAW, Senin (4/5/2026) malam.

Dihadiri Forkopimca dan Jamaah Al-Khidmah

Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Camat Dander Teguh Wibowo beserta jajaran Forkopimca, jamaah manaqib Al-Khidmah Bojonegoro, alumni pondok, wali santri, serta undangan lainnya. Nampak hadir dari para Masyayikh Pondok Kendal.

Selain pembacaan manaqib, rangkaian acara juga diisi dengan khotmil Al-Qur’an 30 juz yang melibatkan para santri Ponpes Abu Dzarrin Al-Ridwan.

Khidmat, acara pembacaan manakib dirangkai peringatan Haul

Camat Dander: Haul untuk Doa dan Meneladani Ulama

Camat Dander, Teguh Wibowo yang hadir mewakili Bupati Bojonegoro menyampaikan bahwa haul tidak sekadar menjadi ajang doa, tetapi juga momentum untuk meneladani para ulama.

“Haul ini dimaksudkan untuk mendoakan para leluhur, sekaligus meneladani perjuangan dan keteladanan para ulama,” ujarnya.

Gus Jauharul Manasik putra ke-3 Sohibul Haul saat menyampaikan Sambutan

Gus Nasik Apresiasi Dukungan dan Ceritakan Tanah Wakaf

Putra ketiga sohibul haul, Gus Jauharul Manasik atau yang akrab disapa Gus Nasik, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu suksesnya acara ini, baik bantuan berupa uang ataupun tenaga yang telah diberikan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Nasik juga mengisahkan asal-usul lahan yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Ia menyebut lahan tersebut merupakan wakaf dari dua dermawan, yakni Hj. Muslikah dan H. Fatkhan Sibyan, warga Desa Sukorejo, Bojonegoro.

Kisah Inspiratif Sedekah Pembangunan Masjid

Gus Nasik turut membagikan kisah inspiratif dari H. Fatkhan Sibyan terkait pembangunan Masjid Al-Ichsan.

“Sebelum membangun, dalam rekening H. Fatkhan Sibyan ada Rp2,3 miliar. Masjid dibangun dengan biaya sekitar Rp2 miliar. Namun setelah masjid selesai, saldo justru menjadi Rp2,4 miliar. Inilah bukti bahwa sedekah tidak mengurangi rezeki,” tuturnya.

Melalui kisah tersebut, ia mengajak jamaah untuk tidak ragu bersedekah ketika memiliki kesempatan.

“Mari kita segera bersedekah jika ada kesempatan. Karena terbukti, sedekah tidak akan mengurangi rezeki,” pungkasnya.

Banser Satkoryon Dander membantu acara

Banser Dander Turut Amankan Kegiatan

Dalam pelaksanaan acara, Banser Satkoryon Kecamatan Dander juga turut dilibatkan. Sedikitnya 10 personel diterjunkan untuk membantu kelancaran kegiatan.

Kasatkoryon Banser Dander, Fatkhul Ulum, mengaku bangga dapat terlibat dalam acara tersebut.

“Kami senang dilibatkan dalam acara ini. Kami merasa sangat terhormat karena sohibul haul merupakan tokoh NU yang kharismatik di Bojonegoro pada masanya. Banyak cerita tentang karomah beliau, dan ini membuat kami bangga bisa ikut berpartisipasi,” terangnya.

Pererat Ukhuwah dan Nilai Keikhlasan

Kegiatan haul ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama untuk para leluhur, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta menanamkan nilai keikhlasan dan kedermawanan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *