JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus MWCNU Kecamatan Ngasem hari ini Senin (16/09/2024) gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara itu dirangkai dengan koordinasi dengan calon pengurus lembaga dan Lajnah
Acara keren itu dilaksanakan di Kantor MWCNU Kecamatan Ngasem desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Hadir pada kesempatan itu KH. Abdul Kharis Rois Syuriah MWCNU Ngasem, KH. Nailin Fauz Misbah Ketua MWCNU Ngasem serta jajaran MWCNU Ngasem baik dari Syuriah maupun Tanfidziyah.
Selain itu juga dihadiri oleh, calon Pengurus 14 lembaga di MWCNU Ngasem.
1. Lembaga Pendidikan Ma’arif
2. Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU)
3. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU)
4. Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU
5. Lembaga Pertanahan dan Wakaf Nahdlatul Ulama (LPWNU)
6. Lembaga Seni dan Budaya Muslimin (LESBUMI)
7. Rabhitoh Ma’had Islamiyah (RMI)
8. Lembaga Takmir Masjid (LTM)
9. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)
10. Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh ( JQH)
11. Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama. (LTNNU)
12. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU)
13. Aswaja NU Center (ASNUTER)
14. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU).
Rapat Koordinasi dipimpin oleh KH A. Nailin Fauz Ketua MWCNU Ngasem. Dalam keterangannya Gus Fauz mengatakan, Calon Pengurus Lembaga yang di undang hanya Ketua dan Sekretaris.

“Saya berharap ketua dan sekretaris mencari anggota pengurus sendiri-sendiri biar cocok antar pengurus dan anggota dengan Fleksibel sesuai kebutuhan lembaga masing masing,” kata Gus Fauz sapaan akrab dari KH. Nailin Fauz Misbah.
Gus Fauz juga meminta, Pengurus harus ada komitmen dan surat kontrak jamiyyah, dan juga harus Mengikuti pengkaderan yang belum PDPK, Siap hadir di acara rutin Naharul ijtima Jumat Pon, Ngaji kitab Kifayatul Atqita Sabtu Pon dan rutinan anjang sana anjang sini kerumah pengurus MWCNU tiap ahad legi.
“Pada hari Sabtu Pon tanggal 28 September 2024, ketua dan sekretaris yang ada harus sudah mendapatkan dan mengumpulkan nama-nama untuk melengkapi kepengurusan setiap Lembaga yang ada,” tambah Gus Fauz.
Sementara KH. Abdul Kharis Rois Syuriyah, Anggota lembaga tidak di batasi, namun sebelum disahkan tetap ada koreksi dari Pengurus Harian.













