JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro melakukan fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap karya kreatif mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, Selasa (29/9/2026).
Fasilitasi berupa verifikasi berkas HAKI tersebut berlangsung di Lab Media dan Micro Teaching Unugiri Bojonegoro. Dua karya mahasiswa yang mengikuti proses tersebut yakni media pembelajaran “Gen Box” karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan komik “Langkah Hijau di Tanah Bojonegoro” karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Hadir dalam kegiatan tersebut Hermawan dari Disbudpar Bojonegoro, Midya Yuli Amreta, Dosen PGMI Unugiri, serta Su’udin Aziz, Kaprodi PAI Unugiri. Para mahasiswa pencipta karya juga turut mengikuti proses verifikasi.
Gen Box Dorong Siswa Lebih Tertarik Belajar SKI
Salah satu pencipta Gen Box, Sofia Fuadi, mahasiswa semester 7, mengatakan media tersebut dikembangkan saat dirinya bersama anggota kelompok lainnya masih berada di semester 5.
“Kami ini dari kelompok 1 dulu di semester 5, dan ini kami mengembangkan media namanya Genbox. Yang terlibat adalah empat orang, tiga mahasiswa yaitu saya sendiri, lalu teman saya M. Fahmi Eka Maulana, lalu Danisa Ardianti, sama satunya Ibu Dosen Media Yuli Amerta,” ujar Sofia.
Sofia menjelaskan, Gen Box dikembangkan sebagai media pembelajaran PAI, khususnya Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Gagasan tersebut berangkat dari perhatian terhadap minimnya literasi siswa mengenai sejarah.
“Minimnya literasi siswa terkait sejarah itu kan sangat-sangat minim, jadi kami mengangkat ini. Supaya apa? Supaya siswa termotivasi untuk belajar SKI,” katanya.
Dalam pembuatannya, Gen Box memanfaatkan sejumlah bahan, termasuk kardus. Materi pembelajaran juga dirancang sendiri menggunakan aplikasi desain sebelum dicetak dan dilaminasi agar lebih kuat.
“Genbox ini kami buat dari banyak bahan, utamanya yaitu kardus, terus beberapa materi-materi itu kami buat juga dengan mendesain sendiri di Canva, lalu kami print, lalu dilaminating juga supaya lebih kuat,” jelasnya.
Menurut Sofia, Gen Box tidak hanya berisi teks materi, tetapi juga dirancang sebagai media untuk kegiatan diskusi.
“Selain itu, di Genbox kami itu tidak hanya menyediakan berupa teks saja, teks materi saja, enggak, tapi kita juga membuat media untuk diskusi,” tuturnya.
Ia berharap media tersebut dapat membantu siswa lebih giat belajar SKI sekaligus memudahkan guru dalam proses pembelajaran.
“Dalam pembelajaran menggunakan Genbox itu, metode pembelajarannya juga tidak fokus di guru saja, Pak, tapi juga diskusi, diskusi dengan kelompok,” imbuh Sofia.
Meski dikembangkan untuk materi SKI, menurut Sofia, Gen Box masih dapat dikembangkan untuk materi lainnya. Namun, karena penciptanya merupakan mahasiswa PAI, pengembangan awal diarahkan pada salah satu materi PAI.

Komik Langkah Hijau Terinspirasi Program Adiwiyata
Sementara itu, mahasiswa PGMI Unugiri menghadirkan karya komik berjudul “Langkah Hijau di Tanah Bojonegoro” dengan pesan “Menjaga Air, Menjaga Kehidupan.”
Salah satu penciptanya, Muhammad Nisyarudin, mengatakan komik tersebut dibuat bersama Mirna Wardatun Nisa, Taqweimatus Solihah, dan Midya Yuli Amrita.
Nisyarudin menjelaskan, ide pembuatan komik tersebut terinspirasi dari upaya mendukung program Adiwiyata, sekaligus melihat persoalan sampah yang masih dijumpai di lingkungan sekitar.
“Yang membuat saya terinspirasi membuat komik, yang membuat latar belakang ini saya membuat komik yaitu untuk mendukung program Adiwiyata, apalagi di lingkungan sekitar kita yaitu Bojonegoro sendiri,” ungkap Nisyarudin.
Ia menyebut persoalan sampah juga menjadi salah satu hal yang dilihatnya di lingkungan sekitar.
“Banyak sampah dan apalagi kalau diedukasikan di sekolah-sekolah pastinya akan bermanfaat untuk sekolah tersebut dengan cara membaca untuk menambahkan wawasan dan menambahkan minat literasi siswa,” lanjutnya.
Atas dasar tersebut, Nisyarudin bersama timnya berinisiatif membuat komik sebagai media edukasi yang diharapkan dapat memberikan pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan kepada siswa.
“Kami berinisiatif membuat kreatif komik dengan judul tersebut agar siswa dengan cara membaca bisa terinspirasi dan sadar dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.(Red)














