JagatSembilan.com | Bojonegoro – Upaya pelestarian kawasan hulu hutan terus diperkuat melalui pelibatan aktif kelompok perempuan. Melalui Program Penghijauan Tahun 2026 yang diprakarsai oleh operator migas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), didukung penuh oleh SKK Migas, serta difasilitasi oleh IDFoS Indonesia, diselenggarakan Pelatihan Gender Action Learning System (GALS) di Balai Desa Sekar, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (18/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, ini difasilitasi oleh Devi, Sri Komariyah dan Laily Mubarokah dari IDFoS Indonesia dengan pesertanya yakni para ibu dari KTH Wono sekar Makmur 2 dan warga dusun sekar lainnya. Kegiatan ini diarahkan untuk membekali masyarakat, khususnya kaum perempuan atau ibu-ibu di Desa Sekar, dalam merancang visi hidup masa depan, mengenali peluang, hingga memetakan tantangan sosial dan lingkungan di tingkat keluarga maupun kelembagaan kelompok.
Dalam sesi pembelajaran partisipatif ini, peserta diajak memvisualisasikan impian dan rencana aksi lingkungan melalui metode gambar buatan sendiri. Pendekatan visual GALS ini mendorong peserta untuk merumuskan langkah konkret dalam perbaikan ekosistem sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa.
Manager Program IDFoS Indonesia, Laily Mubarokah, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemulihan kawasan hutan Sekar demi mencegah bencana hidrometeorologi di wilayah hilir.
“Desa Sekar ini masuk dalam wilayah DAS Bengawan Solo, tepatnya sub-DAS Sungai Gandong yang wilayah hilirnya kerap terimbas banjir. Program ini hadir untuk memperbaiki kawasan hulu karena ketiadaan daerah tangkapan air akibat hutan yang gundul dapat memicu terjadinya banjir bandang,” ujar Laily.
Laily menambahkan, penanaman pohon dalam Program Penghijauan 2026 ini salah satunya dipusatkan di kawasan Petak 161, yang berada di dekat Sendang Gujel. Melalui pelatihan GALS, kaum perempuan diharapkan memiliki ruang dialog yang setara serta terdorong untuk memberikan masukan dan mengajak kaum pria bersama-sama menanam pohon demi memulihkan kawasan hutan.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Sekar Ibu Mimin mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian proses dengan sungguh-sungguh. Pemerintah desa berharap ilmu dan pengetahuan praktis yang didapatkan dari pelatihan GALS ini dapat diterapkan secara nyata serta digetoktularkan ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar demi keberlanjutan kelestarian lingkungan Desa Sekar.
Perwakilan EMCL, Ali Mahmud, mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu kunci agar upaya penghijauan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap dari kegiatan ini semua pihak dapat terlibat dalam upaya baik ini. Dengan keterlibatan bersama, tentu hasil yang dicapai akan jauh lebih baik,” ujar Ali.(Red)













