Fatayat NU Trucuk Bekali Kader Kawal Transparansi Dana Desa Lewat “Ngaji Anggaran”

Peserta Majelis Taklim Fatimah Zahra PAC Fatayat NU Trucuk berfoto bersama narasumber usai kegiatan bedah anggaran dan sosialisasi APBDes di Balai Desa Guyangan, Minggu (2/8/2026).
PAC Fatayat NU Kecamatan Trucuk menggelar kegiatan "Ngaji Anggaran" bertema transparansi dana desa untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mengawal APBDes yang berpihak kepada perempuan dan anak.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Trucuk menggelar Majelis Taklim Fatimah Zahra yang dirangkai dengan Pertemuan Dwi Bulanan bertajuk “Ngaji Anggaran” di Pendopo Balai Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk, Minggu (2/8/2026).

Mengusung tema “Mengawal Transparansi Dana Desa untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak”, kegiatan yang diinisiasi Bidang Hukum, Advokasi, dan Politik tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader perempuan agar mampu mengawal transparansi pengelolaan dana desa sekaligus mengusulkan program-program yang berpihak pada perempuan dan anak melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa maupun kecamatan.

Koordinator Bidang Hukum, Advokasi, dan Politik PAC Fatayat NU Trucuk, Siti Anifah, S.E., yang juga bertindak sebagai ketua panitia, mengatakan keterlibatan perempuan dalam proses penyusunan kebijakan anggaran publik sangat penting agar pembangunan desa mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih inklusif.

Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Trucuk, Imarotul Khoiroh, M.Pd.I, mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, kader Fatayat tidak hanya dituntut memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga harus peka terhadap isu keadilan gender, kepemimpinan, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan.

“Oleh sebab itu, kader Fatayat harus selalu belajar serta terus meng-upgrade ilmu dan pengalaman,” tegas Imarotul.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Trucuk, Supriyadi, S.Sos., hadir sebagai narasumber dengan materi “Mengoptimalkan Dana Desa untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak”. Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Menurut Supriyadi, pengelolaan dana desa yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga serta kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 12.00 WIB itu diikuti jajaran pengurus PAC, ketua ranting, serta perwakilan anggota Fatayat NU se-Kecamatan Trucuk. Selama forum berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti diskusi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai mekanisme penyusunan dan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, panitia memberikan doorprize kepada tujuh peserta yang dinilai paling aktif dalam sesi diskusi.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *