FOB Gelar Rapat Kerja Dirangkai “Nge-Bakso Bareng” Pererat Silaturahmi dan Solidaritas

Forum Ormas Bersatu Bojonegoro menggelar rapat kerja dan kegiatan Nge-Bakso Bareng di Warung Mahjoe Kalitidu
Suasana kebersamaan pengurus dan anggota Forum Ormas Bersatu (FOB) Bojonegoro saat rapat kerja yang dirangkai kegiatan “Nge-Bakso Bareng” di Warung Mahjoe Kalitidu, Kamis (14/05/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kegiatan “Nge-Bakso Bareng” atau makan bakso bersama menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan kekompakan antaranggota organisasi, komunitas, maupun rekan kerja.

Melalui suasana santai dan penuh keakraban, kegiatan seperti ini kerap menjadi momen untuk mencairkan suasana, berbagi cerita, hingga memperkuat solidaritas di luar aktivitas formal sehari-hari.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Forum Ormas Bersatu (FOB) Bojonegoro yang dinahkodai oleh drg. Sofan Solikin dengan menggelar kegiatan “Nge-Bakso Bareng” di Warung Mahjoe Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Kamis (14/05/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang konsolidasi kepengurusan dan pembahasan program kerja jangka pendek organisasi. Acara dihadiri sekitar 50 peserta dari jajaran FOB Bojonegoro serta perwakilan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bojonegoro yang diwakili Bendahara Kesbangpol, M. Sahlan.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan rencana audiensi pengurus FOB ke Kesbangpol dan stake holder terkait dengan membawa sejumlah program kerja organisasi untuk dibahas lebih lanjut.

Adapun susunan kepengurusan FOB Bojonegoro terdiri dari Ketua drg. Sofan Solikin, Wakil Ketua Amir Fatah, Sekretaris Metty Hersulistya, dan Bendahara Arva.

Berbagai masukan dari organisasi masyarakat yang tergabung dalam FOB turut disampaikan dalam forum tersebut. Di antaranya usulan kirab budaya untuk peringatan HUT maupun Hari Jadi Bojonegoro yang disampaikan oleh Pak Bekti agar menjadi salah satu program kerja organisasi.

Selain itu, tokoh kesehatan Bojonegoro, Qomariyah, mengusulkan adanya kegiatan yang mendukung program pemerintah dalam mengatasi stunting serta pencegahan pernikahan dini dengan sosialisasi di sekolah sekolah.

Sementara itu, pemerhati pendidikan Cak In, menyampaikan perlunya program terkait sopan santun dan penguatan adab dalam dunia pendidikan. Masukan lainnya juga disampaikan oleh Empu yang mengusulkan kegiatan tentang sejarah Bojonegoro dan pelestarian nilai budaya lokal.

Seluruh masukan tersebut ditampung untuk menjadi bahan penyusunan program kerja FOB ke depan.

Seperti diketahui, FOB merupakan forum organisasi yang menjadi wadah berkumpulnya berbagai organisasi masyarakat untuk membahas serta menyepakati program bersama demi kepentingan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut diwarnai suasana kekeluargaan. Para peserta tampak menikmati kebersamaan sambil berdiskusi ringan mengenai berbagai hal, termasuk memperkuat sinergi dan solidaritas antaranggota.

Ketua Umum FOB Bojonegoro, drg. Sofan Solikin, menyampaikan bahwa kegiatan sederhana seperti ini penting dilakukan untuk menjaga hubungan baik sekaligus mempererat rasa persaudaraan di dalam organisasi.

“Melalui kegiatan sederhana seperti makan bakso bersama ini, kita berharap rasa kebersamaan dan kekompakan antaranggota FOB semakin kuat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang dirangkai dengan rapat kerja tersebut menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi serta membangun kekompakan organisasi dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum FOB Bojonegoro, Amir Fatah, yang juga menjabat sebagai Ketua KPK Tipikor, menegaskan pentingnya kolaborasi antarorganisasi dan stakeholder dalam menjalankan program-program sosial kemasyarakatan.

“Mari bersama-sama kita susun program dan kita kolaborasikan dengan stakeholder terkait. Forum ini adalah jembatan untuk bersama-sama menuju kebaikan bersama,” ungkap Amir Fatah.

Melalui kegiatan tersebut, FOB Bojonegoro diharapkan semakin solid, kompak, serta mampu menjadi wadah kolaborasi positif bagi organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan dan kegiatan sosial di Kabupaten Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *