JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro menggelar forum dialog lintas alumni pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini mempertemukan kader aktif hingga para alumni lintas generasi, termasuk ketua komisariat pertama, sebagai upaya merawat sejarah organisasi sekaligus memperkuat arah gerakan kader di masa depan.
Forum yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ruang refleksi bersama mengenai perjalanan organisasi, sistem kaderisasi, serta tantangan gerakan mahasiswa di tengah perubahan zaman. Dialog lintas generasi ini juga dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan nilai, tradisi, dan semangat perjuangan kader PMII di lingkungan Unugiri Bojonegoro.
Ketua PK PMII Unugiri Bojonegoro, Khoirur Rozikin, menegaskan bahwa forum lintas alumni merupakan langkah penting dalam merawat sejarah sekaligus meneguhkan identitas organisasi. Menurutnya, kekuatan PMII tidak hanya terletak pada aktivitas kader saat ini, tetapi juga pada nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.
“Kita harus terus meneguhkan nilai melalui keyakinan terhadap prinsip-prinsip yang kita amini bersama. Forum seperti ini penting agar seluruh keluarga besar PK PMII Unugiri Bojonegoro tetap memiliki kesadaran kolektif terhadap sejarah dan arah perjuangan organisasi,” ujar Rozikin dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa dialog lintas alumni juga menjadi sarana untuk memperkuat ikatan emosional antar generasi kader. Dengan demikian, pengalaman para alumni dapat menjadi rujukan bagi kader dalam menghadapi dinamika gerakan mahasiswa saat ini.
Sementara itu, Ketua PK PMII Unugiri pertama periode 2001–2002, Ahmad Taufiq, menekankan pentingnya penguatan sistem kaderisasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Menurutnya, kaderisasi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Kaderisasi tidak boleh berhenti pada proses formal semata. Ia harus dirancang sebagai sistem yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan berangkat dari persoalan nyata yang perlu diselesaikan,” kata Taufiq.
Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan PMII sejak awal berdiri bertumpu pada tradisi intelektual dan keberanian kader dalam merespons problem sosial di sekitarnya.
Dalam kesempatan yang sama, alumni PK PMII UNU Sunan Giri Bojonegoro yang juga menjabat sebagai Anggota Bidang Hukum dan HAM Pengurus Besar PMII, M. Rifka Arif Syahrizal, mengajak kader untuk membangun kesadaran kolektif dalam gerakan organisasi.
Menurutnya, tantangan zaman yang bergerak cepat menuntut kader PMII untuk memperkuat solidaritas serta memperluas jaringan gerakan.
“Kader PMII harus menyadari pentingnya kolektivitas gerakan. Dengan kesadaran itu, kita dapat membangun eskalasi pendiasporaan kader yang mampu berperan di berbagai ruang strategis seiring cepatnya perubahan zaman,” ungkap Rifka.
Dialog lintas alumni ini diharapkan tidak hanya menjadi forum nostalgia sejarah organisasi, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan antar generasi. Melalui pertemuan tersebut, kader dan alumni PMII Unugiri Bojonegoro berkomitmen untuk terus merawat tradisi intelektual, memperkuat kaderisasi, serta memperluas peran kader dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.














