JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang diwujudkan TB Prima Sejahtera dengan menyalurkan bantuan 32 ribu liter air bersih kepada masyarakat di RT 14, Dusun Sumbadan, Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Dalam penyalurannya, bantuan tersebut dipercayakan kepada Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Ranting Panjang.
Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Sejumlah sumber mata air warga mengering, sementara kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari tetap harus dipenuhi.
Kondisi tersebut dirasakan sekitar 60 kepala keluarga (KK) di RT 14, Dusun Sumbadan, Desa Panjang. Hingga Jumat (2/10/2026), warga di wilayah tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, pemilik TB Prima Sejahtera Subang, Haji Suyatno, tergerak memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kekeringan. Bantuan air bersih sebanyak 32.000 liter disalurkan secara berkala ke sejumlah titik yang mengalami kekurangan air.
Haji Suyatno mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kemarau panjang. Karena berdomisili di luar daerah, ia mempercayakan proses penyaluran bantuan kepada Nasyiatul Aisyiyah dan Fatayat Ranting Panjang.
“Saya ikut prihatin melihat situasi kekeringan saat ini. Saya berinisiatif memberikan bantuan air yang saya percayakan kepada Nasyiatul Aisyiyah dan Fatayat Ranting Panjang karena saya berdomisili di luar daerah,” ujar H. Suyatno.
Kepercayaan tersebut disambut oleh Nasyiatul Aisyiyah dan Fatayat Ranting Panjang dengan turut membantu memastikan bantuan air bersih dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
Ketua PRNA Panjang yang mewakili Nasyiatul Aisyiyah dan Fatayat menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan TB Prima Sejahtera untuk membantu warga terdampak kekeringan.
“Saya bersyukur dan banyak berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga masyarakat,” ujar Dika Erli Frilian, yang juga merupakan tenaga pengajar di MTs Muhammadiyah 2 Kedungadem.
Bantuan air bersih tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Mereka mengaku sangat terbantu karena sebagian sumur warga mulai mengering dan persediaan air yang dimiliki tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Muhammad Sumani, Ketua RT 14, berharap bantuan air bersih dapat terus berlanjut selama musim kemarau masih berlangsung.
Harapan yang sama disampaikan warga setempat. Mbah Mani menggambarkan kondisi warga yang harus menghadapi kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
“Mbok sing lancar, Mas, bantuan banyune. Sakno wargaku kangelan golek banyu. Wingi rong dino podo kentekan banyu, opo maneh kanggo tandon wudhu neng musala,” tuturnya.
Pembagian air bersih pun diterima warga dengan penuh suka cita. Namun, bantuan yang tersedia masih belum mampu menjangkau seluruh warga secara merata karena jumlah masyarakat yang mengalami kekurangan air cukup banyak.
Warga berharap bantuan air bersih dapat terus diberikan hingga musim hujan tiba. Mereka juga berharap kemarau panjang segera berakhir agar sumber-sumber air kembali terisi dan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.(Rudi)













