JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sejumlah organisasi dan komunitas di Bojonegoro yang tergabung dalam Gerakan Lestari Alam Raya (Gelar) menggelar rapat koordinasi teknis untuk mematangkan pelaksanaan gerakan Eco Ramadhan Bojonegoro. Rabu (11/03/2026). Koordinasi dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting.
Kegiatan yang mengusung semangat kepedulian lingkungan tersebut direncanakan dua kegiatan. Kegiatan pertama yakni bagi Takjil (Eco Takjil) pada Jumat 13 Maret 2026, dan kegiatan kedua adalah penanaman pohon yang direncanakan pada Senin, 16 Maret 2026 di Dusun Bajulan, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.
Rapat koordinasi ini diikuti berbagai lembaga dan komunitas, di antaranya LAKPESDAM NU Bojonegoro, LAZISNU Bojonegoro, Nurul Hayat, IDFoS Indonesia, Ademos Indonesia, ALAS Institute, Giri Foundation, PC PMII Bojonegoro, PK PMII Universitas Bojonegoro, Suaradesa.co, serta JagatSembilan.com.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta membahas berbagai persiapan teknis pelaksanaan program Eco Ramadhan, mulai dari distribusi bibit pohon gratis hingga pembagian takjil ramah lingkungan. Selain itu juga direncanakan penyaluran zakat kepada masyarakat sekitar.
Berdasarkan hasil koordinasi, sejumlah lembaga telah menyatakan dukungannya dengan berbagai kontribusi. Di antaranya penyediaan bibit pohon untuk gerakan penghijauan, paket takjil ramah lingkungan, hingga bantuan air mineral dan kurma bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua LAKPESDAM PCNU Bojonegoro, Rizal Zubad Firdausi, yang turut hadir dalam rapat koordinasi menyampaikan bahwa gerakan lestari alam raya ini sudah yang ke 10. Menurutnya ini merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengintegrasikan nilai-nilai ibadah Ramadhan.
“Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai momentum spiritual, tetapi juga momentum sosial dan ekologis. Melalui Gelar #10, kami ingin mengajak masyarakat untuk berbagi sekaligus menjaga kelestarian alam melalui penanaman pohon dan penggunaan takjil yang ramah lingkungan,” ujar Rizal yang juga Alumni PMII Bojonegoro itu.
Pria bertubuh tambun itu menambahkan, kolaborasi lintas lembaga dan komunitas menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Sinergi berbagai komunitas ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa menjadi gerakan bersama. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berlangsung saat Ramadhan, tetapi bisa menjadi budaya bersama dalam menjaga alam,” tambahnya.
Selain kegiatan penanaman pohon, agenda Gelar #10 Bojonegoro juga akan diisi dengan pembagian zakat serta distribusi eco takjil kepada masyarakat. Panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat sosial sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
Rencananya, gerakan ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dengan memberikan dukungan berupa bibit pohon, tanaman, maupun takjil ramah lingkungan.













