Golden PKD dan Diklatsar Banser Purwosari Cetak Kader Militan Penjaga Warisan Ulama

Pembukaan Golden PKD dan Diklatsar Banser PAC GP Ansor Purwosari dihadiri PC GP Ansor Bojonegoro, MWCNU, Forkopimcam, dan tokoh masyarakat.
Jajaran PC GP Ansor Bojonegoro, Forkopimcam Purwosari, MWCNU Purwosari, serta pengurus GP Ansor berfoto bersama saat pembukaan Golden PKD dan Diklatsar Banser di Kecamatan Purwosari, Bojonegoro

JagatSembilan.com | Bojonegoro –  Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Purwosari menggelar kegiatan Golden Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser di MTs Al Huda Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, pada 24–26 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi sekaligus mencetak kader Ansor dan Banser yang militan, berintegritas, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama (NU).

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Camat Purwosari, Kepala Puskesmas Purwosari, Kepala KUA Purwosari, Kepala Desa Ngrejeng, Ketua Tanfidziyah MWCNU Purwosari beserta badan otonom, Kepala MTs Al Huda, jajaran PC GP Ansor Bojonegoro, para Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Purwosari, serta pengurus PAC GP Ansor dari wilayah sekitar.

Ketua PAC GP Ansor Purwosari, Muhammad Nur Salim, S.Pd, mengatakan bahwa Golden PKD dan Diklatsar Banser merupakan langkah strategis dalam menyiapkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan sekaligus semangat pengabdian kepada umat.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan kepemimpinan, tetapi juga siap menjadi pelayan umat, penjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta penguat persatuan bangsa,” ujarnya.

Menurut Salim, kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta dari berbagai ranting GP Ansor se-Kecamatan Purwosari. Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan materi keorganisasian, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, ke-NU-an, Aswaja An-Nahdliyah, serta pembinaan karakter dan kedisiplinan sebagai bekal menjadi kader Ansor dan Banser yang tangguh.

Ia menjelaskan, konsep Golden PKD merupakan bagian dari inovasi kaderisasi GP Ansor yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kader melalui sistem kaderisasi yang lebih terstruktur dan adaptif terhadap perkembangan digitalisasi.

Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nurwahyudi, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak seluruh peserta untuk bangga menjadi bagian dari keluarga besar Ansor dan Banser.

“Menjadi kader Ansor dan Banser adalah sebuah kebanggaan. Di organisasi ini kita dididik untuk mengabdi kepada umat, menjaga ulama, serta merawat nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang diwariskan para pendahulu,” tegasnya.

Nurwahyudi menegaskan bahwa kaderisasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan organisasi dan merawat warisan perjuangan para ulama.

“Ansor tidak boleh berhenti melakukan kaderisasi. Kaderisasi adalah napas organisasi sekaligus ikhtiar kita dalam merawat dan melanjutkan warisan ulama. Dari proses kaderisasi inilah akan lahir generasi penerus yang siap menjaga NU, menjaga bangsa, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngrejeng, Arip Andika, S.A.P, menyampaikan bahwa kader GP Ansor harus mampu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat sekaligus membantu pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan.

“Karena Ansor notabene berasal dari kalangan pemuda desa, maka harus mampu menjadi agen perubahan dan agen kontrol di desanya masing-masing. Minimal harus mencetuskan inovasi dan edukasi yang membanggakan bagi pemerintahan dan organisasi,” ujarnya.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Purwosari, H. Mabrur, mengaku bangga atas konsistensi PAC GP Ansor Purwosari yang terus menggelar kaderisasi setiap tahun.

“Saya sangat bangga dan senang kepada sahabat-sahabat Ansor Purwosari yang senantiasa istiqamah mengadakan pengkaderan setiap tahunnya,” katanya.

Menurutnya, melalui Golden PKD dan Diklatsar Banser diharapkan lahir kader-kader yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi, berakhlakul karimah, disiplin, serta siap menjadi garda terdepan dalam menjaga ulama, mengawal NKRI, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, S.Sos., M.M.

Apresiasi juga disampaikan Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, S.Sos., M.M. Menurutnya, kaderisasi merupakan implementasi nyata dalam memperkuat akidah dan pemahaman keagamaan yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah.

“Kaderisasi semacam ini menjadi momentum penting dalam mencetak kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang memiliki kualitas kepemimpinan, militansi, kedisiplinan, serta komitmen tinggi dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap kader Ansor terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan serta mampu menghadirkan perubahan positif di tengah kehidupan bermasyarakat.

Melalui Golden PKD dan Diklatsar Banser yang digelar di MTs Al Huda Ngrejeng tersebut, PAC GP Ansor Purwosari menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi sebagai fondasi utama organisasi, sekaligus menyiapkan generasi muda NU yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *