Halal Bihalal & Seminar “Kiat Sukses Mengelola Koperasi Syariah” oleh Forum BMT Bintang Sembilan Sukses Digelar

JagatSembilan.com | Bojonegoro — Sebanyak 17 Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Bojonegoro dan Tuban menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Seminar bertajuk “Kiat Sukses Mengelola Koperasi Syariah”. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Institut Attanwir, Talun, Bojonegoro, pada Minggu (12/04/2026), dengan penuh semangat kebersamaan dan penguatan ekonomi umat.

Acara yang diinisiasi oleh Forum BMT Bintang Sembilan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan koperasi syariah di kalangan warga Nahdliyyin. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengelola BMT, tokoh masyarakat, serta praktisi ekonomi syariah dari berbagai daerah.

Ketua Forum BMT Bintang Sembilan, M. Subkhi, dalam sambutannya menegaskan bahwa geliat ekonomi kaum Nahdliyyin saat ini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan aset BMT yang sebelumnya hanya dalam skala jutaan rupiah kini telah berkembang menjadi miliaran, bahkan berpotensi mencapai triliunan rupiah.

“Ini adalah bukti bahwa warga Nahdliyyin memiliki potensi besar dalam mengelola sektor ekonomi, khususnya melalui koperasi syariah. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, kita optimis mampu membangun kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.

Sementara itu, tuan rumah kegiatan, KH. Syadzili Imron selaku Pengasuh Pesantren Mahasiswa Attanwir sekaligus Pengawas Koperasi Syariah Attanwir, menekankan pentingnya kekompakan dan kesungguhan dalam mengelola BMT. Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh soliditas tim dan komitmen bersama.

“Pengelolaan BMT membutuhkan keseriusan, kejujuran, dan kekompakan. Jika dikelola dengan sungguh-sungguh, BMT bisa menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi umat yang mandiri dan berkeadilan,” ungkapnya.

Sebagai narasumber utama dalam seminar, KH. M. Ayubi Chozin, General Manager KSPPS BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring, Dukun, Gresik, menyampaikan materi tentang pentingnya pelayanan prima, tanggung jawab sosial, serta profesionalisme dalam mengelola BMT.

Ia menekankan bahwa keberhasilan BMT tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari kualitas layanan kepada anggota serta kontribusi sosial kepada masyarakat.

“BMT harus hadir sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi umat. Pelayanan yang prima, manajemen yang profesional, dan kepedulian sosial adalah kunci utama keberhasilan,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh BMT di bawah naungan NU untuk terus berkembang, berinovasi, dan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi umat berbasis syariah.

Dengan semangat Halal Bihalal, Forum BMT Bintang Sembilan berkomitmen untuk terus mempererat sinergi dan kolaborasi antar-BMT, demi terwujudnya kemandirian ekonomi Nahdliyyin yang kuat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *