JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Bojonegoro menggelar kegiatan Halaqoh Pergerakan di Graha IKA PMII Bojonegoro, Desa Pacul, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Minggu (19/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris IKA PMII Bojonegoro, Ahmad Taufiq, Ketua PC PMII Bojonegoro, Moch Bahrul Hikam, serta sekitar 80 anggota PMII dari berbagai perguruan tinggi se-Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Ahmad Taufiq menyinggung usia PMII yang telah memasuki 66 tahun. Ia mengibaratkan usia tersebut sebagai fase kematangan bagi sebuah organisasi.
“Umur 66 untuk manusia itu memasuki usia yang renta, namun untuk sebuah entitas organisasi PMII harusnya sudah menemukan jalannya,” ujarnya.
Menurutnya, “jalan” yang dimaksud adalah arah yang jelas dalam mengimplementasikan tujuan berdirinya PMII. Ia menegaskan bahwa organisasi harus mampu memberikan kontribusi nyata, bukan sekadar menjadi ruang diskusi.
Ahmad Taufiq juga mengaitkan refleksi tersebut dengan momentum Hari Lahir (Harlah) PMII yang jatuh pada 17 April lalu, dengan mengusung tema “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia.”
“Aksi nyata adalah kontribusi riil di masyarakat. Dia bukanlah sekadar ruang debat ataupun diskusi belaka, namun sebuah kontribusi yang harusnya bisa dinikmati oleh masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak kader PMII untuk melakukan refleksi kritis terhadap bentuk aksi yang selama ini dilakukan.
“Pertanyaannya sekarang adalah, apakah aksi nyata PMII untuk Indonesia saat ini? Apakah demo yang dilakukan itu adalah aksi nyata? Dalam perspektif kita mungkin iya. Lantas bagaimana dengan perspektif masyarakat secara luas? Tentu ini butuh kajian yang mendalam,” tambahnya.
Halaqoh Pergerakan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi bagi kader PMII Bojonegoro untuk merumuskan langkah strategis organisasi ke depan, khususnya dalam menjawab tantangan sosial dan kebutuhan masyarakat secara lebih konkret.













