JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bojonegoro hari ini menggelar audiensi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bojonegoro dalam rangka memperingati Hari Pajak Nasional hari ini Selasa (15/07/2025).
Pertemuan ini fokus membahas peran vital pajak bagi pembangunan dan tantangan serapan anggaran daerah, menunjukkan komitmen bersama untuk kemajuan Bojonegoro.
Audiensi yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh Ketua PC PMII Bojonegoro dan jajaran pengurus, yang disambut langsung oleh Kepala KPP Pratama Bojonegoro, Djunaidi Djoko Prasetyo, beserta staf. Diskusi mencakup informasi realisasi penerimaan pajak, peran KPP Pratama dalam pembangunan, kebijakan dan kemudahan layanan pajak, serta sorotan terhadap realisasi APBD daerah.
Dalam pembahasan realisasi penerimaan pajak, KPP Pratama Bojonegoro memaparkan tren positif yang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi daerah. Djunaidi Djoko Prasetyo Kepala KPP Pratama Bojonegoro menjelaskan bahwa penerimaan ini berasal dari berbagai sektor dan menekankan kontribusi aktif wajib pajak.
Menurut Djunaidi Djoko Prasetyo, KPP Pratama berkomitmen meningkatkan kepatuhan pajak, sementara PC PMII siap bersinergi mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran pajak demi pembangunan optimal.
Djunaidi Djoko Prasetyo juga mendorong partisipasi anak anak muda dalam mengawasi perpajakan dan proses pelaksanaan anggaran daerah yang berdampak terhadap pertumbuhan perpajakan.
Djunaidi Djoko Prasetyo berharap kolaborasi ini berlanjut dengan ide inovatif dalam meningkatkan kesadaran pajak.
Sementara itu PC PMII Bojonegoro mengapresiasi transparansi ini dan mengingatkan pentingnya akuntabilitas pengelolaan dana. Pada kesempatan itu juga mengulas peran KPP Pratama dalam mendukung pembangunan daerah, di mana penerimaan pajak menjadi tulang punggung pembiayaan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Moh. Bahrul Hikam Ketua PC PMII Bojonegoro turut menyoroti realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro 2025 yang masih terkendala.
“Berdasarkan data per Juli 2025, serapan APBD baru mencapai sekitar 21,01% atau sekitar Rp1,1 triliun dari total Rp7,9 triliun. Angka yang rendah ini dikhawatirkan dapat menghambat program-program strategis dan laju pembangunan daerah,” terang Hikam sapaan akrabnya.
Ketua PC PMII Bojonegoro menyatakan kesiapan organisasinya menjadi jembatan antara KPP Pratama dan masyarakat, memastikan penerimaan pajak termanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran demi kesejahteraan Bojonegoro.
Menutup audiensi, kedua belah pihak menegaskan komitmen bersama untuk memajukan Bojonegoro.














