JagatSembilan.com | Banyuwangi – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Banyuwangi memperingati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi dengan menggelar mujahadah dan doa bersama di Mushalla KH Ma’sum, wilayah NU Ranting Panderejo, Rabu (4/2/2026). Lokasi tersebut dikenal sebagai titik nol berdirinya PCNU Banyuwangi.
Kegiatan peringatan satu abad NU ini dihadiri jajaran pengurus MWCNU, pengurus Ranting NU, badan otonom dan lembaga NU, serta warga Nahdliyin setempat. Selain doa bersama dan penyampaian pesan ke-NU-an, acara juga diisi dengan penyaluran santunan kepada anak yatim.
Ketua MWCNU Kecamatan Banyuwangi, Barur Rohim, dalam sambutannya menyampaikan sekilas sejarah berdirinya PCNU Banyuwangi yang berawal dari wilayah Panderejo. Ia juga mengungkapkan rencana pengadaan kantor MWCNU sebagai pusat koordinasi dan pelayanan jam’iyah.
“Panderejo ini merupakan titik awal berdirinya PCNU Banyuwangi. Insyaallah ke depan, MWCNU Banyuwangi juga berencana memiliki kantor sendiri sebagai pusat koordinasi dan pelayanan jam’iyah,” ujar Barur Rohim.
Sementara itu, Rais Syuriyah MWCNU Banyuwangi, Kyai Nur Hapipi, S.Ag., M.Pd., mengajak seluruh pengurus dan warga Nahdliyin untuk terus menjaga kekompakan serta istiqamah dalam berkhidmat kepada jam’iyah dan masyarakat.
“Kekompakan dan keistiqamahan dalam menghidupkan amaliyah Aswaja an-Nahdliyah harus terus kita jaga bersama,” pesannya.
Camat Banyuwangi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga mengajak Nahdlatul Ulama untuk terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pada momentum Harlah NU ke-100 ini, UPZIS LAZISNU MWC Banyuwangi menyalurkan santunan kepada 10 anak yatim. Santunan tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat.
Pengurus UPZIS LAZISNU MWC Banyuwangi, Sahabat Andria, menjelaskan bahwa penyaluran santunan ini merupakan bentuk komitmen LAZISNU dalam mengelola dana ZIS secara amanah dan tepat sasaran.
“Dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat kami salurkan kepada para mustahik di wilayah kerja LAZISNU secara cepat, sederhana, dan tepat sasaran,” jelas Sahabat Andria.
Melalui kegiatan ini, LAZISNU MWC Banyuwangi menegaskan bahwa pengelolaan dana ZIS dilakukan secara terbuka dan berbasis wilayah, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar.













