Hj. Umi Mahtum Tokoh Muslimat NU Ngasem Wafat, Puluhan Banser Ikut Pikul Jenazah dan Kawal Pemakaman

Bojonegoro, JagatSembilan.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) di Bojonegoro. Hj. Umi Mahtum, tokoh Muslimat NU Kecamatan Ngasem yang juga pendiri Pondok Pesantren Wasilatul Huda, wafat pada Selasa (10/6/2025). Istri dari almarhum KH. Muchsan Salim, mantan Ketua PCNU Bojonegoro ini berpulang dalam usia sepuh dengan meninggalkan warisan perjuangan di bidang pendidikan dan dakwah.

Prosesi pemakaman yang berlangsung di Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, diiringi rasa haru dari para santri, keluarga besar NU, serta masyarakat sekitar. Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai ranting turut memikul jenazah dan mengawal proses pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Ngasem, Abdulloh Mukafi, menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya tokoh yang telah banyak berjasa dalam membina umat, khususnya kalangan perempuan NU di wilayah Ngasem.

“Beliau bukan hanya sosok ibu nyai, tapi juga pembina dan panutan Muslimat NU di Ngasem. Pengabdian beliau dalam membangun pesantren dan lembaga pendidikan patut menjadi teladan. Banser ikut memikul jenazah dan mengawal pemakaman sebagai bentuk khidmat terakhir,” ujar Abdulloh Mukafi kepada JagatSembilan.com, Rabu (11/6/2025).

Pondok Pesantren Wasilatul Huda yang didirikan oleh Hj. Umi Mahtum bersama KH. Muchsan Salim dikenal memiliki sistem pendidikan yang terpadu, mulai dari madrasah diniyah hingga lembaga pendidikan formal. Ponpes ini telah banyak melahirkan alumni yang berkiprah di masyarakat.

Wafatnya Hj. Umi Mahtum meninggalkan duka mendalam, namun juga mengukir jejak perjuangan yang akan terus dikenang. Masyarakat dan keluarga besar NU di Bojonegoro mendoakan agar almarhumah husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *