JagatSembilan.com | Bojonegoro – Akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi kemarin, Senin (05/02/2023) menyebabkan delapan desa terendam banjir. Selain itu hujan juga menyebabkan tanah longsor di dua tempat berbeda.
Dari data yang dihimpun awak media jagatsembilan.com menyebutkan, pada Selasa (06/02/2024) delapan desa itu berada di :
1. Kecamatan Kapas
• Desa Wedi : 53 Rumah, 159 Jiwa, dan menggenangi 310 hektar sawah.
• Desa Sembung : 65 rumah, 195 jiwa, banjir juga menggenai Kantor desa terendam 15 cm, dan sawah 20 hektar.
• Desa Kalianyar masih dalam perhitungan.
2. Kecamatan Bojonegoro
• Desa Sukorejo : 67 rumah, 178 jiwa, banjir juga menggenangi 1 unit mushola dan 90 hektar sawah.
3. Kecamatan Sumberrejo
• Desa Deru : 47 rumah, 143 jiwa.
4. Kecamatan Balen
• Desa Penganten : 36 rumah, 112 orang.
5. Kecamatan Baureno
• Desa Kadungrejo : banjir menggenangi 80 hektar sawah.
6. Kecamatan Kanor
• Desa Pesen banjir menggenangi 75 hektar sawah.
Dua tempat terjadi Tanah Longsor, yaitu :
1. Desa Butoh Kecamatan Ngasem. Longsor ini menimpa terjadi pada sungai Tidu yang di Desa Butoh ini panjangnya 200 meter dan tinggi 9 meter. Akibat longsor itu 2 rumah warga bagian belakang rusak sedang.
2. Desa Dengok Kecamatan Padangan. Longsor terjadi pada Tebing sungai longsor dengan panjang 20 meter dan tinggi 5 meter.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan, status Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo kabupaten Bojonegoro saat ini dengan Status Siaga Merah dengan ketinggian air 14.06 m.
Dimungkinkan genangan akan lebih lama merendam pemukiman. Hal itu dikarenakan air tidak bisa mengalir ke sungai Bengawan Solo, dan juga disebabkan pintu air BBWS di Desa Kalirejo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tidak bisa dibuka.














