IDFoS Indonesia Ajak Sinergi Semua Sektor Tanggulangi Banjir Bandang di Bojonegoro

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Banjir bandang kembali melanda Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, yang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Melalui jagatsembilan.com IDFoS Indonesia mengajak semua sektor untuk menanggulangi banjir bandang tersebut.

“Banjir bandang yang terus terjadi ini merupakan pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Kami mendorong adanya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta untuk memperkuat upaya perlindungan lingkungan,” ujar Ahmad Muhajirin, Koordinator Divisi Advokasi Kebijakan Publik dan Lingkungan Hidup, IDFoS Indonesia. Rabu (26/02/2025).

Dia menambahkan, bencana ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan di wilayah ini membutuhkan perhatian serius. Deforestasi, berkurangnya daerah resapan air, serta perubahan tata guna lahan menjadi faktor utama yang memperburuk risiko banjir bandang. Oleh karena itu, upaya kolaboratif dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini secara berkelanjutan.

“Salah satu langkah konkret yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kegiatan penghijauan dengan menanam pohon di daerah hulu dan sekitar aliran sungai. Selain itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi lingkungan serta penerapan sistem tata kelola air yang lebih baik,” terang mantan Ketua Umum PC PMII Bojonegoro itu.

Menurut Hajir sapaan akrab dari Ahmad Muhajirin, banjir ini bukan pertama kali terjadi, tetapi telah menjadi peristiwa berulang yang sering terjadi di musim hujan, membawa dampak signifikan bagi masyarakat setempat.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengambil peran dalam menjaga lingkungan agar bencana serupa tidak terus berulang. Langkah pencegahan yang terencana dan berkelanjutan menjadi kunci untuk menciptakan wilayah yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana,” imbuhnya.

Dia juga menambahkan, Intensitas bencana alam semakin meningkat, dengan kekeringan dan banjir bandang yang menjadi ancaman utama. Siklus musim hujan dan kemarau yang tidak teratur semakin memperburuk kondisi ini.

“Perubahan kondisi alam ini merupakan imbas dari kurangnya tutupan lahan dan efek gas rumah kaca, yang diperparah oleh peningkatan sampah akibat industrialisasi.” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *