JagatSembilan.com | Bojonegoro – Suasana sederhana dan penuh keakraban tampak dalam sebuah pertemuan santai yang berlangsung Kamis (5/2/2026) di warung serabi milik Bu Siti Kusmiati, Dusun Bendo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Di tempat itulah Ketua Komnas HAM RI, Anis Hidayah, menyempatkan diri duduk bersama warga sambil menikmati serabi dan ketan di Warung Jongkong.
Meski telah menjadi tokoh nasional, Anis Hidayah yang juga asli Bojonegoro itu tampil apa adanya, tanpa kesan elit. Ia berbaur dengan masyarakat, berbincang santai menggunakan bahasa Jawa sehari-hari—bukan bahasa Jawa alus, namun juga jauh dari kesan kasar. Kehangatan dan kesederhanaan itu membuat suasana pertemuan terasa cair dan akrab.
Beberapa warga turut hadir dalam pertemuan tersebut, salah satunya Waris, seorang pengusaha toko bangunan. Sambil menikmati serabi, Waris mengenang sosok orang tua Anis Hidayah yang ia kenal baik.
Menurut Waris, Anis Hidayah merupakan putri dari H. Rokani dan Ibu Siwat, dua tokoh yang dikenal sebagai pejuang di bidang agama dan pendidikan. Ia mengaku memiliki kesan mendalam terhadap keduanya.
“Bapaknya Anis itu orangnya lembut dan sangat peduli. Kalau ibunya, Bu Siwat, dikenal keras dan disiplin dalam mendidik,” ujar Waris.

Waris meyakini, nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tua tersebut menjadi fondasi kuat bagi anak-anaknya. Ia menyebut, anak-anak H. Rokani dan Ibu Siwat memanen berkah dari keteladanan orang tua mereka.
“Semuanya sukses, tapi tetap rendah hati,” kata Waris.
Pada kesempatan yang sama, hadir pula Sulis, seorang pensiunan PNS dokter. Ia turut membagikan kenangannya tentang sosok Ibu Siwat yang dikenalnya secara personal.
Menurut Sulis, Ibu Siwat dikenal sangat akrab dan hangat. Meski tidak dalam kondisi sakit, Ibu Siwat kerap berkunjung ke rumahnya sekadar untuk berbincang dan bersilaturahmi dengan keluarga.
Sementara itu, pemilik Warung Jongkong, Siti Kusmiati, juga menambahkan kesan tersendiri. Ia menyebut, wajah Anis Hidayah sangat mirip dengan ibunya, Ibu Siwat.
“Kalau dilihat, wajahnya Anis itu mirip banget dengan ibunya,” ujar Siti.
Siti Kusmiati juga mengenang masa lalu saat dirinya pernah mengikuti pengajian yang diasuh langsung oleh H. Rokani dan Ibu Siwat, yang menurutnya dikenal disiplin, sederhana, dan dekat dengan masyarakat.
Kesederhanaan dan kepedulian Anis Hidayah juga dirasakan oleh Nursamsi, tetangga sekaligus adik kelasnya di Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember.
“Bagi saya, Mbak Anis sudah seperti kakak saya sendiri. Beliau sosok yang sangat baik, disiplin, dan rendah hati,” tutur Nursamsi.
Ia mengenang, pada masa awal kuliah di Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember, Anis Hidayah banyak membantu dan memberi perhatian kepada para juniornya.
“Dulu waktu awal kuliah, Mbak Anis yang membantu saya mencarikan tempat kos. Beliau sangat perhatian dengan yunior-yuniornya, termasuk saya,” ujarnya.
Sementara itu, Anis Hidayah menjelaskan bahwa kedatangannya ke Bojonegoro pada dasarnya adalah untuk ziarah kubur orang tuanya. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Komnas HAM dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
“Sekalian mampir dan ziarah ke makam orang tua. Sebenarnya rencana langsung balik, tapi ternyata banyak yang langsung ngajak ngobrol dan ya lanjut terus,” kata Anis sambil tertawa.
Kepada JagatSembilan.com, Anis Hidayah juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan tiga bersaudara. Salah satu saudaranya menetap di Yogyakarta, sementara dua lainnya tinggal di Jakarta.
Pertemuan sederhana di warung serabi itu menjadi gambaran bahwa kedekatan dengan masyarakat tidak selalu lahir dari forum resmi, melainkan dari ruang-ruang kecil yang penuh kehangatan, kenangan, dan keteladanan.














