JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pelantikan bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro dan badan otonom (banom) di bawah naungannya berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan pada Minggu (04/08/2025) di Komplek Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro.
Pelantikan tersebut melibatkan sejumlah struktur penting, antara lain Pengurus Cabang GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU Bojonegoro. Momentum ini menjadi simbol kuatnya sinergi antarbanom NU dalam menjalankan roda organisasi dan pengabdian kepada umat.
Ketua Pimpinan Cabang IPNU Bojonegoro, Achmad Nashiruddin, menyampaikan pandangannya atas pelantikan bersama ini. Menurutnya, acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga tonggak penting dalam memperkuat kerja kolektif dan gotong royong di tubuh Nahdlatul Ulama.
“Alhamdulillah, hari ini kita menjadi bagian dari sejarah: pelantikan bersama lintas badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ini bukan sekadar seremoni, tapi sebuah simbol kekuatan—bahwa NU adalah rumah besar dengan semangat gotong royong yang tak pernah padam,” ungkap Nashiruddin.
Ia menegaskan bahwa IPNU hadir tidak hanya sebagai pelengkap struktur organisasi, tetapi juga sebagai pilar regenerasi yang menyiapkan kader-kader tangguh untuk masa depan NU.
“Pelantikan ini menjadi tanda bahwa gerakan kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. NU butuh sinergi lintas generasi, dari yang muda hingga yang matang, dari pelajar hingga ulama, dari kader hingga pimpinan,” tambahnya.
Menurut Nashiruddin, pelantikan bersama ini adalah awal dari tanggung jawab besar yang harus diemban oleh seluruh banom, termasuk IPNU dan IPPNU. Ia mengajak seluruh kader untuk terus menjaga nilai, merawat kaderisasi, dan mengembangkan potensi generasi pelajar secara berkesinambungan.
“Kami percaya, dengan iringan doa para kiai, dukungan para senior, dan semangat kolaborasi antarbanom, IPNU akan terus bergerak dinamis—berjejaring, berkarya, dan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Nashiruddin juga menyampaikan terima kasih kepada PCNU Bojonegoro yang telah menjadi pembina dan payung besar pergerakan banom, serta kepada GP Ansor dan Fatayat sebagai mitra perjuangan.
“Terima kasih kepada PCNU, Ansor, dan Fatayat serta seluruh kader IPNU dan IPPNU yang siap menyalakan obor perjuangan di setiap lini. Ini awal untuk kita terus melangkah bersama demi NU yang lebih maju,” pungkasnya.
Sementara itu KH. dr. Kholid Ubed Sp. PD Ketua PCNU Bojonegoro dalam sambutannya saat pelantikan mengungkapkan, momen ini adalah momen pelantikan dan konsolidasi untuk jamaah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Bojonegoro
Menurutnya di PCNU Bojonegoro beserta Banomnya tidak boleh ada perbedaan dalam pergerakan, semuanya harus sama dengan pemimpinnya.
Menurutnya di NU Bojonegoro yang tertinggi adalah Rois Syuriah KH. Maimun Syafi’i, semuanya harus mengikuti arahannya jangan sampai ada yang beda.
Dokter Ubed sapaan akrab Ketua PCNU Bojonegoro mengibaratkan, dalam sholat ada imam yang memimpin sholat, semuanya harus mengikuti imam.
“Jangan sampai imam sujud, kita rukuk. Semuanya harus mengikuti,” tegasnya.
Pada kesempatan itu Dokter Ubed juga memastikan imam tidak akan keluar dari rambu aturan sholat. Begitupun Pimpinan organisasi.
“Semuanya ada aturannya, ada AD/ARTnya,” terangnya.














