JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Bojonegoro hari ini Minggu (24/12/2023) mengikuti kegiatan kolaborasi yang diadakan oleh Gerakan Keluarga Maslahat dan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri). Kegiatan itu dilaksanakan di Auditorium Hall Hasyim Asy’ari Unugiri Jl. Jend. Ahmad Yani No. 10 Bojonegoro Jawa Timur.
Hadir dalam kegiatan itu ada K.M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I, Rektor Unugiri, Dekan Fakultas Syariah dan Adab Unugiri, Ali Rohmatulloh Ketua PC IPNU Kabupaten Bojonegoro dan Jajarannya, Ketua PC IPPNU dan jajarannya.
Acara itu diikuti oleh 210 peserta diantaranya ada perwakilan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se Kabupaten Bojonegoro, serta perwakilan dari 40 desa prioritas dari tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut.
Hadir juga sebagai nara sumber ada H. Moh. Kamaluddin Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah, Agisna Savira Perwakilan dari NGO Ademos Indonesia dan satu lagi dari Dosen Unugiri.

Menurut Ali Rohmatulloh dalam keterangannya mengatakan, IPNU-IPPNU diundang dalam kegiatan dengan tiga tujuan.
“Pertama adalah penguatan ideologi dan moderasi beragama, Diharapkan dari kegiatan tersebut kader IPNU-IPPNU Bojonegoro bisa menjadi pelopor moderasi dan mensyiarkan ideologi Islam yang sesuai yakni Islam ahlussunah wal jamaah,” kata Rekan Ali sapaan akrabnya.
Rekan Ali menambahkan, tujuan kedua dari kegiatan ini para pelajar IPNU IPPNU Bojonegoro diharapkan ikut berkampanye bahaya dari pernikahan dini. Menurutnya, angka kasus dispensasi kawin (Diska) di Kabupaten Bojonegoro masih cukup tinggi walaupun lebih rendah dari data DISKA di tahun 2022, Selain itu menurut pemuda asli Sumberrejo itu, akibat pernikahan dini bisa mengakibatkan komplikasi pada fase kehamilan dan melahirkan.
“Maka kader IPNU-IPPNU Bojonegoro wajib mengkampanyekan bahaya dari pernikahan dini sebagai tanggung jawab sosial di masyarakat,” tambahnya.
Tujuan ketiga menurut Rekan Ali adalah dengan kegiatan itu, lahir influencer-influencer muda NU yang mampu memberikan sebuah inspirasi dan edukasi bagi generasi muda NU.
Pada kesempatan itu Rekan Ali juga menambahkan, pasca dari kegiatan itu akan ada pengabdian masyarakat di 30 desa yang akan dikawal oleh kader IPNU IPPNU Bojonegoro.














