Inovasi Dosen Farmasi STIKes Rajekwesi dan UNUGIRI Lolos Hibah Pengabdian Kemendiktisaintek 2025

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Tim dosen Program Studi Farmasi dari STIKes Rajekwesi Bojonegoro bekerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) berhasil meraih hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) tahun 2025 dari Kemendiktisaintek.

Program tersebut mengusung inovasi berbasis teknologi dengan judul “Aplikasi SADIBA Medicine sebagai Support System Farmasi di Desa Magomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.”

Peluncuran Program di Desa Magomulyo

Kegiatan pembukaan pelaksanaan hibah berlangsung pada Rabu, 5 November 2025 di Balai Desa Magomulyo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Acara dihadiri oleh Kepala Desa Magomulyo Arief Rahman, S.E., Ketua PPDI Bojonegoro, Ketua PKK, Bidan Desa, tim dosen dan mahasiswa STIKes Rajekwesi, serta kelompok inklusi disabilitas dan lansia setempat.

Ketua LPPM STIKes Rajekwesi, Novia Dwi Astuti, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan apresiasi atas capaian tim dosen farmasi yang berhasil mendapatkan hibah pengabdian nasional tersebut.

“Kami bangga atas keberhasilan dosen kami yang diketuai oleh apt. Belinda Arbitya Dewi, M.Farm. Inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok disabilitas,” ujarnya.

Aplikasi SADIBA Medicine: Inovasi untuk Kelompok Disabilitas

Aplikasi SADIBA Medicine (Sahabat Disabilitas Bojonegoro Medicine) dikembangkan sebagai sistem pendukung layanan farmasi digital (support system farmasi). Fokusnya adalah meningkatkan akses informasi dan konsultasi kesehatan bagi kelompok inklusi, khususnya penyandang disabilitas dan lansia di wilayah pedesaan.

Tim pengembang yang terdiri dari apt. Rony Setianto, S.Si., S.E., M.Farm. dan Zakky Alawi, S.Kom., M.M. menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat memperoleh informasi obat, melakukan konsultasi daring dengan apoteker, serta mendapatkan edukasi tentang penggunaan obat yang aman dan tepat.

“SADIBA diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara penyandang disabilitas dengan tenaga farmasi, sehingga mereka dapat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, inklusif, dan ramah pengguna,” jelas apt. Rony.

Dukungan dari Pemerintah Desa

Kepala Desa Magomulyo, Arief Rahman, S.E., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program pengabdian tersebut.

“Kelompok disabilitas dan lansia merupakan warga yang rentan secara kesehatan dan membutuhkan perhatian khusus. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, dan kami berharap dapat terintegrasi dengan layanan kesehatan desa seperti Poskesdes dan Bidan Desa,” tuturnya.

Menuju Layanan Farmasi Digital Inklusif

Melalui implementasi SADIBA Medicine, diharapkan terjadi peningkatan akses layanan farmasi bagi penyandang disabilitas, peningkatan literasi kesehatan masyarakat, serta terjalinnya sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan komunitas disabilitas.

Program ini juga diharapkan menjadi model percontohan layanan farmasi digital inklusif di wilayah pedesaan lainnya, sejalan dengan semangat mewujudkan sistem kesehatan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.(Amin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *