Isi Ramadan Agar Bermakna, IPNU IPPNU Unugiri Bojonegoro Gelar Kajian Ngabuburit

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Guna mengisi Ramadhan 1445 H lebih bermakna, Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro mengadakan kajian jelang berbuka puasa (ngabuburit) di Aula Lantai Dua Kantor PCNU Bojonegoro, Jl. Jend. Ahmad Yani No. 10 Dusun Jambean Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Jawa Timur.

Kajian Ramadhan bertema “Hikmah Puasa Bagi Kehidupan Sehari-hari” tersebut menghadirkan Usman Roin yang merupakan Dosen Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, Unugiri Bojonegoro.

Di hadapan puluhan Rekan dan Rekanita yang hadir, Pak Usman panggilan akrab Usman Roin, mengawali kajiannya dengan mengajak untuk cinta membaca. Menurutnya, karena dari membaca pengetahuan secara perlahan-lahan disematkan ke otak.

Selain membaca, Pak Usman juga meminta belajar menulis. Sebab, hasil baca yang kemudian ditulis ulang menjadi karya yang lebih utuh pemahamannya, akan berbuah karya yang selanjutnya bisa dinikmati orang lain.

“Dari membaca kemudian ditingkatkan menulis hingga berbuah karya yang akan bisa dinikmati orang lain,” terangnya.

Mengakhiri penyampaian, Usman, menyampaikan tiga hikmah puasa bagi hidup keseharian. Pertama, puasa bisa melepaskan diri dari cengkeraman kebiasaan. Yakni, hal-hal yang menjadi kebiasaan seperti rutin makan pagi, siang, dan sore ternyata bisa dilepaskan saat puasa. Begitu pula yang terbiasa rokok yang kala tidak puasa sulit dikendalikan, kala puasa bisa lepas dari cengkeraman.

Kedua, kata Usman, puasa itu memupuk sikap santun kepada fakir dan miskin. Adapun yang ketiga, puasa menjadi ruang keakraban keluarga yang sulit ditemukan di luar Ramadan.

“Saat Ramadan, yang kaya dan miskin sama-sama puasa. Artinya yang kaya karena puasa, bisa merasakan kelaparan sebagaimana yang dialami si miskin untuk selanjutnya bisa berbagi. Terlebih, Ramadan jadi ruang akrab keluarga baik kala buka, tarawih, makan sahur yang di luar itu sulit dilakukan,” jelasnya.

Salah satu Rekan Unugiri, M. Syamsul Ma’arif Dwi Cahyono, mengatakan bila kajian menjelang buka puasa tersebut mudah dipahami. Terlebih, penceramah memberikan contoh konkrit dari uraian yang disampaikan.

Hal senada juga diutarakan Rekanita Adelia Halimatus S, bila apa yang disampaikan penceramah memberi gambaran konkrit perilah hikmah puasa itu penting tidak hanya untuk pribadi, tetapi sosial dan keluarga.

“Untuk pribadi, sosial dan keluarga puasa memiliki hikmah luar biasa,” ucapnya.

Kajian puasa selanjutnya ditutup dengan foto bersama penceramah, pengurus, dan anggota PK IPNU IPPNU Unugiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *