Jalan Provinsi Rusak Telan Korban Jiwa, Wabup Bojonegoro Akan Koordinasi dengan Pemprov

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, meninjau langsung lokasi kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa di ruas jalan provinsi Bojonegoro–Babat, tepatnya di wilayah Kecamatan Baureno, Minggu (25/1/2026). Dalam peninjauan tersebut, Wabup mengaku akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim.

Kunjungan ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait kondisi jalan provinsi yang mengalami kerusakan berupa lubang, yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas fatal.

Diketahui, kecelakaan maut tersebut terjadi pada Jumat (23/1/2026) dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Informasi awal mengenai kerusakan jalan diterima Wakil Bupati dari laporan warga  di lapangan yang menyoroti kondisi jalan berlubang di jalur tersebut.

“Ada kejadian kemarin yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Saya mendapat laporan dari teman-teman terkait kondisi jalan provinsi yang rusak dan berlubang di ruas Bojonegoro–Babat, wilayah Baureno,” ujar Nurul Azizah saat meninjau lokasi.

Saat berada di lokasi, Wabup Nurul Azizah bersama Kepala Desa Sraturejo melihat langsung kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari dan ketika hujan turun. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Nurul Azizah menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro akan segera menindaklanjuti aduan tersebut dengan melakukan koordinasi serta menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengingat status ruas jalan Bojonegoro–Babad merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan menindaklanjuti aduan ini dan segera mengirimkan laporan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar bisa segera dilakukan penanganan,” tegasnya.

Selain melaporkan ke pemerintah provinsi, Pemkab Bojonegoro juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif sementara. Upaya tersebut dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan lanjutan sebelum adanya perbaikan permanen pada ruas jalan tersebut.

Wakil Bupati berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat segera merespons laporan yang disampaikan, demi keselamatan pengguna jalan, khususnya masyarakat yang setiap hari melintasi jalur Bojonegoro–Babad yang menjadi salah satu akses vital antarwilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *