JagatSembilan.com | Bojonegoro – Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, Koordinator Wilayah (Korwil) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, yang terdiri atas MUI Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik, Serukan penertiban maksiat dan pengganggu kamtibmas.
Hal itu nampak saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) MUI Jatim di Kantor MUI Kabupaten Bojonegoro, Jl. Trunojoyo No. 7, Bojonegoro, hari ini, Selasa, (04/02/2025).

Dalam pertemuan itu, Korwil IV MUI Jatim membahas persiapan menjelang bulan suci Ramadan 1446 H / 2025 M. MUI menekankan pentingnya menjaga kemuliaan Ramadhan, guna meningkatkan amal ibadah, serta memastikan ketertiban sosial selama bulan penuh berkah tersebut.
“MUI mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Masyarakat diimbau untuk memperbanyak ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta menghidupkan malam Ramadan dengan shalat tarawih dan qiyamul lail,” terang Gus Huda sapaan akrab dari KH Alamul Huda
Gus Huda juga menambahkan, selain itu juga mengajak untuk meningkatkan kepedulian sosial.
“Melalui zakat, infak, dan sedekah kepada fakir miskin serta anak yatim,” terang Gus Huda yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rosyid itu.
Gus Huda juga mengatakan, dalam seruan moral dan tausiahnya, MUI juga mengingatkan masyarakat agar menjaga adab selama Ramadhan, baik dalam berpakaian, bertutur kata, maupun bersikap.
“Para pemilik restoran, rumah makan, warung, dan tempat hiburan dihimbau untuk menghormati orang yang berpuasa dengan tidak menyajikan makanan dan minuman secara terbuka pada siang hari, mengurangi atau menutup sementara aktivitas hiburan yang berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah, serta memastikan karyawan Muslim dapat menunaikan ibadah dengan baik selama Ramadan,” lanjut Gus Huda.
Selanjutnya, MUI juga meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menindak tegas segala bentuk kemaksiatan yang dapat merusak kesucian Ramadan, seperti perjudian, minuman keras, dan praktik maksiat lainnya. Selain itu, patroli keamanan perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
“Jangan sampai ada tangan-tangan jahil yang mengganggu umat dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini,” ungkap KH. Ainur Rofiq Thoyyib, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik.
Terakhir, MUI juga menaruh harapan besar kepada kepala daerah yang telah terpilih pada Pilkada Serentak 2024 lalu agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Sebagai shadiqul hukūmah atau mitra strategis pemerintah, MUI harus selalu berdampingan dengan pemerintah agar kebijakan yang diambil sejalan dengan nilai-nilai Islam, menjaga ukhuwah Islamiyyah, serta merawat harmoni antar umat beragama,” jelas Kiai Rofiq.














