JagatSembilan.com | Bojonegoro – Suhu panas di kabupaten Bojonegoro Tahun 2011 dan Tahun 2018 Suhu di Bojonegoro Capai 43 Derajat Celcius pukul 11.00 WIB hingga puncaknya pukul 15.00 WIB, dan data yang dirilis BMKG dibeberapa media tahun 2023 dan tahun 2024 Kabupaten Bojonegoro terpanas di Jawa Timur. Demikian dikatakan oleh Lilik Budi Witoyo Divisi Hukum ISNU Bojonegoro dalam kajian Ekologi perspektif santri kemarin, Rabu (07/08/2024).
Menurut menurut Pak Budi sapaan akrab dari Lilik Budi Witoyo, ada tiga Issu yang fundamental terjadi di Kabupaten Bojonegoro.
“Tiga isu itu adalah krisis air, banjir dan meningkatnya suhu panas di Bojonegoro,” kata Pak Budi.
Pak Budi juga mengungkapkan, ada beberapa faktor yang penyumbang suhu panas di Kabupaten Bojonegoro. Diantaranya Makin berkurangnya lahan terbuka hijau.
“Adanya Penggundulan Hutan dan industri migas, termasuk makin banyaknya kendaraan bermotor,” terang Pak Budi.
Pada kajian Ekologi perspektif santri Pak Budi juga mengajak masyarakat dan stakeholder terkait untuk turut menanggulangi panas.
“Dengan menanam pohon dan lainnya karena pohon secara teori pohon-pohon (vegetasi) yang cenderung banyak memantulkan energi panas kembali ke angkasa atau sedikit menyerap panas,” jelas Pak Budi.

Dr. H. Yogi Prana Izza Ketua ISNU Bojonegoro dalam sambutannya mengatakan, ada indikasi bahwa kerusakan lingkungan itu disebabkan oleh krisis spiritual. Dalam dunia tasawuf dikenal dengan tama’ (rakus).
“Maka kajian ekologi ini akan dilihat dari berbagai aspek dan disiplin ilmu para pematerinya yang nota bene adalah santri,” terang Ustadz Yogi sapaan akrab dari Dr. Yogi Prana Izza
Ustadz Yogi juga menambahkan, Insyallah akan ada 12 kali kajian Ekologi yang akan dilakukan ISNU Bojonegoro.
“Mudah-mudahan luarnya bisa terbit sebuah buku tentang ekologi dalam prespektif santri,” tambah Ustadz Yogi.

Ustadz Yogi juga mengatakan, menanam pohon dan menghijaukan lahan adalah bentuk sedekah jariyah yang perlu di galakkan.
“Secara teologis, orang yang mau menjaga dan merawat ekosistem adalah orang orang yang pandai bersyukur.” pungkas Ustadz Yogi.
Tujuan utama dari kegiatan kajian Ekologi perspektif santri adalah memperdalam pemahaman kita tentang lingkungan melalui sudut pandang yang unik dan inspiratif, Menambah wawasan tentang ekologi dalam perspektif Islami. Berdiskusi dan berbagi pengetahuan dengan para santri dan pemateri. Mendapatkan panduan praktis untuk menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan itu juga diikuti oleh jajaran PC ISNU Bojonegoro dan dilaksanakan secara daring dan luring.














