Kelompok KKN TK 18 Unigoro Gelar Sosialisasi, Fokus Pada Geopark dan Pemberdayaan Digital

Sosialisasi Program KKN-TK 2025 Kelompok 18 Unigoro Desa Sendangharjo

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Setelah resmi dibuka pada Senin malam, program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaborasi (KKN-TK) 2025 Kelompok 18 melanjutkan rangkaian kegiatannya dengan menggelar sosialisasi program kerja di Balai Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa pagi (15/07/2025) pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Mengusung tema “Optimalisasi Geopark dan Potensi Desa Sendangharjo Melalui Pengembangan Wisata Kayangan Api sebagai Destinasi Wisata Edukasi”, kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Kepala Desa Sendangharjo, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), beberapa perangkat desa, pelaku UMKM lokal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Perhutani, Karang Taruna, serta beberapa perwakilan dari tenaga pendidik yang mengajar di wilayah desa setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sendangharjo menyampaikan apresiasi atas komitmen mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa. Desa ini kaya potensi, dan kami berharap program yang dibawa dapat memperkenalkan serta mengembangkan potensi Sendangharjo tepatnya pada wisata Kayangan Api ke dunia luar, terutama dalam aspek pariwisata dan digitalisasi UMKM. Melalui sosialisasi ini, kami melihat adanya semangat nyata dari mahasiswa KKN-TK untuk menggali dan mengembangkan potensi geowisata kami. Diharapkan kolaborasi ini dapat menjadi awal perubahan positif dalam pengelolaan kekayaan alam dan budaya desa,” ujarnya.

Dosen Pembimbing Lapangan juga memberikan apresiasi terhadap semangat dan kreativitas para mahasiswa.

“Tema geopark kami terjemahkan ke dalam berbagai program kerja nyata. Salah satunya adalah bagaimana mahasiswa memanfaatkan teknologi dan pendekatan edukatif untuk memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dosen Pembimbing Lapangan turut menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan rencana kerja mahasiswa selama masa KKN, serta membangun sinergi awal dengan pemangku kepentingan desa. Lapangan juga memberikan apresiasi terhadap semangat dan kreativitas para mahasiswa.

“Tema geopark kami terjemahkan ke dalam berbagai program kerja nyata. Salah satunya adalah bagaimana mahasiswa memanfaatkan teknologi dan pendekatan edukatif untuk memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam sesi pemaparan, tim KKN-TK Kelompok 18 menjelaskan empat program utama yang akan dilaksanakan selama satu bulan ke depan, yaitu:

  1. Pembuatan video sinematik storytelling menggunakan drone untuk mempromosikan potensi geowisata dan budaya lokal;
  2. Pembuatan akun marketplace UMKM sebagai wadah digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk-produk lokal;
  3. Penyusunan buku panduan tour guide Kayangan Api yang dapat dimanfaatkan wisatawan maupun pengelola wisata;
  4. Program bimbingan belajar untuk siswa sekolah dasar dan madrasah, guna mendukung kualitas pendidikan di desa.

Acara berlangsung interaktif, dengan diskusi terbuka antara mahasiswa dan peserta sosialisasi. Perwakilan dari Disbudpar dan Perhutani juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan wisata berbasis edukatif dan ekologis di kawasan tersebut.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta dialog ringan antara mahasiswa dan masyarakat desa, menandai dimulainya kolaborasi erat antara dunia akademik dan masyarakat lokal dalam upaya pengembangan desa berbasis potensi alam dan budaya.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, kegiatan ini menandai langkah awal yang strategis dalam memperkuat posisi Sendangharjo sebagai bagian dari ekosistem geopark Bojonegoro yang inklusif dan berdaya saing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *