Kenangan Nurul Azizah Bersama Nyai Malikah: Figur Panutan yang Konsisten dalam Ucapan dan Tindakan

Nurul Azizah bersama Nyai Hj Malikah Masyhur sebelum wafat
Foto kenangan Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah bersama Nyai Hj. Malikah Masyhur sebelum wafat.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Hj. Nurul Azizah Wakil Bupati Bojonegoro hadiri peringatan Haul ke-1 Nyai Hj. Malikah Masyhur istri Pendiri Ponpes Al-Rosyid, Sabtu (07/03/2026). Menurut Bu Nurul sapaan akrabnya mengatakan, figur Nyai Hj. Malikah Masyhur merupakan Figur panutan yang konsisten dalam ucapan dan tindakan.

“Mbah Nyai Malikah itu sangat baik, selalu memberikan semangat kepada semuanya,” terang Bu Nurul perempuan asli Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander itu.

Wabup juga mengingat terhadap ucapan dari Nyai Hj. Malikah Masyhur, saat masih hidup.

“Wong Urip kui kudu obah, nak gak obah gak mamah, tapi ojo lali ngibadah (orang hidup itu harus kerja, kalau gak kerja gak makan, tapi jangan lupa ibadah.red),” kenangnya.

Ia juga mengingat bagaimana cara jalan Nyai Hj. Malikah Masyhur. Kalau lihat cara jalannya, jalannya selalu cepat.

“Maka ketika usia beliau tiga puluh sudah ditinggal suaminya meninggal, dengan membesarkan delapan anaknya ini sangat luar biasa,” terangnya.

“Kalau tidak benar-benar wanita hebat kan tidak mungkin,” tegas Bu Nurul sapaan akrabnya.

Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menghadiri Haul ke-1 Nyai Hj Malikah Masyhur di Ponpes Al-Rosyid
Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah saat menghadiri peringatan Haul ke-1 Nyai Hj. Malikah Masyhur di Pondok Pesantren Al-Rosyid Bojonegoro, Sabtu (7/3/2026).

Bu Nurul juga mengungkapkan kesannya saat menunaikan ibadah haji tahun 2001 dengan Nyai. Hj. Malikah Masyhur. “Beliau seperti tidak punya rasa kesel,” kenangnya.

Menurutnya, Nyai Hj. Malikah juga seorang ahli silaturahim, pada siapapun. Selain itu, sosok Nyai Hj. Malikah Masyhur juga seorang yang mudah akrab dengan siapapun.

“Beliau adalah figur panutan, apa yang diucapkan itulah apa yang dilakukan. Sangat komitmen terhadap ucapan,” tegas Bu Nurul perempuan asli Desa Sumbertlaseh. Desa Sumbertlaseh sendiri merupakan tetanggan dengan Desa Ngumpakdalem, maka Bu Nurul sangat hafal dengan sosok Nyai Hj. Malikah Masyhur.

Nurul Azizah bersama Nyai Hj Malikah Masyhur saat beristirahat di Mekkah
Kenangan Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah bersama Nyai Hj. Malikah Masyhur saat berada di Mekkah tahun 2001 saat menunaikan ibadah haji.

KH. Alamul Huda Masyhur Pimpinan Ponpes Al-Rosyid dalam sambutannya mengatakan, acara ini adalah acara Haul ke-1 Nyai Hj. Malikah Masyhur. Menurutnya, Shohibul Haul merupakan wanita pejuang.

“Wafatnya Ibu adalah Ramadhan malam ke-18 seperti ini. Beliau menghadap Allah SWT, innalilahi wa inna ilaihi rojiun,” terang KH. Alamul Huda Masyhur yang juga putra ke tiga dari Nyai Hj. Malikah Masyhur.

Gus Huda sapaan akrabnya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Forkopimda dan Puluhan Ulama khos yang hadir.

“Pada kesempatan ini saya juga meminta doa, supaya para dzuriyah sanggup meneruskan perjuangan dalam pendidikan untuk bangsa dan negara,” pinta Gus Huda yang juga Ketua MUI Bojonegoro.

Hadir dalam acara itu, Hj. Nurul Azizah Wakil Bupati Bojonegoro beserta suami, AKBP Afrian Satya Permadi Kapolres Bojonegoro beserta jajaran PJU, Kasdim Kodim 0813 Bojonegoro.

Nampak hadir juga ada KH. Drs. Syaifudin Idris Wakil Ketua PCNU Bojonegoro, jajaran Pengurus MUI Bojonegoro, KH. Jauharul Ma’arif Rektor Unugiri Bojonegoro, ratusan alumni dan santri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *