JagatSembilan.com | Tuban – Wakhid Hasyim Ketua Lembaga Pengembangan Petani Nahdlatul Ulama (LPPNU) Tuban Prihatin atas harga gabah dan jagung yang tidak sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Menurut Wakhid saat ini, harga gabah hanya dikisaran 6200 sampai 6350 rupiah di Kabupaten Tuban.
“Ini menurut laporan dari anggota yang ada di Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan kecamatan lain,” terang Wakhid Hasyim yang juga mantan Ketua Komisariat PMII Universitas Bojonegoro (Unigoro) itu.
Wakhid Hasyim juga menerangkan, harga jagung sekarang ini di Kabupaten Tuban juga belum sesuai HPP.
“HPP untuk jagung oleh pemerintah 5500 tapi dilapangan 4700,” terang Wakhid.
Wakhid Hasyim menganggap pemerintah tidak hadir dalam rangka melindungi dan memberdayakan kepentingan petani.
“Nyatanya ada petani yang merasa terpaksa menjual hasil panennya. Hal itu karena tidak adanya combine yang mau memanen karena tidak mau menjual hasil panennya. Akhirnya terpaksa petani menjual hasil panennya dengan harga yang sudah ditentukan oleh pengusaha combine,” terang Wakhid Hasyim.
Wakhid Hasyim menyarankan pemerintah dan stakeholder terkait untuk bisa mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh petani pada musim panen.
“Saat ini musim panen raya hampir selesai, belajar dari kasus ini kita menyerahkan pemerintah dan stakeholder terkait untuk bisa duduk bersama guna mencarikan solusi yang bisa membantu petani khususnya petani kabupaten Tuban.” pungkas Wakhid yang juga anggota SH Terate itu.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tuban Eko Yulianto diminta tanggapan atas peristiwa itu menyatakan, Pemerintah Kabupaten Tuban akan sosialisasi ke petani supaya menjual hasil panennya ke Bulog.
Sosialisasi ke petani akan kami intensifkan lagi agar jual ke Bulog,” terang Eko Yulianto.













