JagatSembilan.com | Bojonegoro – Ketua MUI Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur, menyatakan setuju terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan nama Masjid yang viral di Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro. Di tengah polemik yang berkembang di masyarakat, pandangan tokoh ulama tersebut menjadi salah satu sikap yang menonjol dan memberi warna baru dalam diskusi publik.
Rencana pemberian nama Masjid Samin Baitul Muttaqin memicu berbagai tanggapan. Sebagian kalangan berdebat dengan alasan nama yang ada. Di sisi lain, pemberian nama dinilai sebagai upaya menguatkan identitas lokal Margomulyo yang memiliki sejarah kuat dengan komunitas Samin.
Di antara perdebatan itu, KH. Alamul Huda Masyhur menegaskan persetujuannya terhadap pemberian nama Masjid itu. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah pasti telah melakukan proses kajian sebelum menetapkan kebijakan tersebut.
“Kita setuju saja.. pemkab pasti sudah mengkaji menelaah yang terbaik untuk kepentingan masyarakat dan kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya. Senin (01/12/2025).
Pernyataan Ketua MUI Bojonegoro tersebut menjadi sinyal bahwa perubahan nama masjid dapat dipahami sebagai hasil pertimbangan yang matang, bukan semata keputusan politis. Dukungan ini juga diharapkan dapat meredam tensi perdebatan dan membawa diskusi pada aspek kemaslahatan bagi masyarakat.
Meski demikian, pro dan kontra di ruang publik masih berlangsung. Sejumlah pihak juga mendorong agar pemerintah menjelaskan secara terbuka hasil kajian yang mendasari rencana perubahan nama tersebut, termasuk pertimbangan budaya dan sejarah.
Hingga kini, Pemkab Bojonegoro belum mengumumkan keputusan final terkait kelanjutan proses pergantian nama masjid.













