JagatSembilan.com | Bojonegoro – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bojonegoro menetapkan KH. Ali Musthofa sebagai Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2031. Musda yang digelar di Gedung Angling Dharma Lantai 2 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro itu menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penyusunan arah program organisasi lima tahun ke depan. Senin (29/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono beserta Wakil Bupati Hj. Nurul Azizah, jajaran perwakilan Polres Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, pengurus DMI Bojonegoro, Ketua MUI Bojonegoro, Perwakilan DMI tingkat Kecamatan se Kabupaten Bojonegoro, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh dan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.
Musda merupakan amanah organisasi yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun program kerja, serta memilih kepengurusan baru.
Ketua DMI Bojonegoro periode 2021–2026, Drs. H. Hanafi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Musda.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati atas dukungan penuh sehingga Musda dapat terlaksana dengan baik. Semoga segala ikhtiar dalam mendukung kemakmuran masjid menjadi amal saleh yang mendapat ridha Allah SWT,” ujarnya.
Hanafi menegaskan bahwa Musda bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum evaluasi organisasi sekaligus penyusunan program yang lebih baik untuk lima tahun mendatang.
Ia juga menyampaikan bahwa regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Saya sudah cukup lama mengabdi di DMI. Kini saatnya regenerasi. Alhamdulillah kader-kader sudah siap melanjutkan estafet kepemimpinan,” katanya.
Selama masa kepemimpinannya, DMI Bojonegoro menjalankan berbagai program strategis, di antaranya penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas takmir masjid, integrasi data masjid dan BKMM, penguatan dakwah keumatan dan moderasi beragama, pengembangan program Masjid Ramah yang meliputi ramah lingkungan, ramah musafir, sehat, produktif, dan inklusif, hingga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui forum Musda yang berlangsung secara musyawarah, peserta kemudian menetapkan KH. Ali Musthofa sebagai Ketua DMI Kabupaten Bojonegoro periode 2026–2031.
Usai dipercaya memimpin DMI Bojonegoro, KH. Ali Musthofa menyampaikan komitmennya untuk menjadikan organisasi sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas para pengelola masjid di Kabupaten Bojonegoro.
“Semoga keberadaan DMI bisa menjadi media silaturahim dan edukasi para takmir dalam mengelola masjid lebih makmur, bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial melalui masjid, dan menjaga kebersamaan dan persatuan baik internal maupun eksternal dalam mewujudkan Bojonegoro lebih bahagia, makmur, dan membanggakan,” kata Ali Musthofa pada JagatSembilan.com
Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, pemberdayaan umat, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Musda DMI Bojonegoro ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kepengurusan periode 2026–2031 mampu mengemban amanah organisasi serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi kemakmuran masjid dan kesejahteraan umat di Kabupaten Bojonegoro.(Red)













