JagatSembilan.com | Bojonegoro – Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, KH. Syaifudin Idris, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan manusia, infrastruktur, pendidikan, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.
Pesan tersebut disampaikan KH. Syaifudin Idris saat menghadiri upacara peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 yang dirangkai dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-81 di Alun-Alun Kota Bojonegoro, Selasa (20/10/2026).
Atas nama PCNU Bojonegoro, ia menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Kabupaten Bojonegoro semakin maju, makmur, bahagia, dan membanggakan.
“Selamat dan sukses atas hari jadi Bojonegoro. Semoga Bojonegoro semakin maju, Bojonegoro semakin makmur, bahagia dan membanggakan, atas rida Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujarnya.
Menurut KH. Syaifudin Idris, momentum hari jadi daerah perlu menjadi pengingat agar pembangunan terus mengalami peningkatan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menilai, Bojonegoro memiliki modal fiskal yang cukup besar untuk mendorong percepatan pembangunan. Karena itu, potensi tersebut perlu dioptimalkan agar berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kesejahteraan masyarakat.
“Bojonegoro mempunyai modal, mempunyai APBD yang begitu besar. Mestinya Bojonegoro bisa meningkatkan IPM, indeks pembangunan manusia akan lebih baik,” ungkapnya.
Pembangunan Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat
Selain peningkatan IPM, KH. Syaifudin Idris juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur dan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, berbagai program pembangunan perlu diarahkan agar masyarakat Bojonegoro semakin berdaya, memiliki daya saing, dan mampu menikmati kesejahteraan secara lebih merata.
Ia juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan. Meski demikian, upaya tersebut dinilai perlu terus diperkuat agar hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Di samping IPM, tentu infrastruktur Bojonegoro, termasuk pendidikan dan yang lain, termasuk bisa mengentaskan kemiskinan. Walaupun sekarang sudah bisa banyak mengentaskan kemiskinan, tapi perlu dipacu kembali supaya masyarakat Bojonegoro bisa lebih berdaya, bisa bersaing, bisa makmur,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting dalam momentum peringatan HJB ke-349. Besarnya potensi daerah, termasuk dukungan anggaran, diharapkan dapat diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan Bojonegoro ke depan tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang.
Momentum Hari Jadi Bojonegoro ke-349 diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Bojonegoro yang semakin maju, makmur, bahagia, dan membanggakan.(Red)













