Kompor Lupa Dimatikan Diduga Picu Kebakaran Rumah di Dander, Dua Orang Terluka

Petugas Damkarmat padamkan kebakaran rumah di Dander
Petugas Damkarmat Bojonegoro memadamkan kebakaran rumah di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander. Gambar telah diolah

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah permanen di Dusun Glonggong RT 08/RW 02, Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (17/9/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang perempuan lanjut usia mengalami luka bakar serius. Sementara seorang warga yang berupaya menyelamatkan korban juga mengalami luka bakar pada bagian tangan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.10 WIB. Laporan diterima petugas Pos Kota pada pukul 04.59 WIB.

Petugas kemudian berangkat menuju lokasi kejadian (TKK) sekitar pukul 05.03 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 05.15 WIB. Proses pemadaman berlangsung hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.49 WIB.

Dalam penanganan tersebut, Damkarmat Bojonegoro mengerahkan satu unit Fire Truck (Fire Dome) dan satu unit Water Supply. Selain itu, satu unit Water Supply dari BPBD Bojonegoro turut diterjunkan. Sebanyak lima personel terlibat dalam operasi pemadaman.

Diduga Berawal dari Aktivitas Memasak

Pemilik rumah diketahui bernama Ahmadi (51), seorang wiraswasta. Berdasarkan keterangan dalam laporan Damkarmat, kebakaran diduga dipicu aktivitas memasak, dengan kompor yang lupa dimatikan.

Api kemudian membesar dan membakar bangunan rumah permanen berukuran sekitar 5 x 12 meter persegi beserta sejumlah barang di dalamnya.

Total kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta, meliputi bangunan dan isi rumah.

Meski demikian, sejumlah aset milik Ahmadi berhasil diselamatkan. Di antaranya empat sepeda listrik, tiga sepeda motor masing-masing Vario, CRF dan Beat Street, kasur, uang tunai serta barang lainnya dengan nilai keseluruhan diperkirakan sekitar Rp70 juta.

Dua Orang Mengalami Luka Bakar

Dalam kejadian tersebut, seorang perempuan bernama Marni (65), yang diketahui dalam kondisi stroke, masih berada di dalam kamar ketika kebakaran terjadi.

Warga sekitar kemudian berhasil mengevakuasi Marni untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam laporan Damkarmat disebutkan, korban mengalami luka bakar sekitar 80 persen di sekujur tubuh dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Seorang warga bernama Samsul (35) yang turut berupaya menyelamatkan korban juga mengalami luka bakar sekitar 15 persen pada tangan kanannya. Samsul turut mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Rumah di Sekitar Lokasi Turut Berhasil Diselamatkan

Petugas juga melakukan upaya penanganan agar api tidak merembet ke bangunan di sekitar lokasi.

Rumah milik Marmi (80) yang berada di sebelah kanan rumah korban merupakan bangunan permanen berukuran sekitar 7 x 14 meter. Aset beserta isinya dengan nilai sekitar Rp400 juta berhasil diselamatkan.

Sementara rumah milik Darmin (58) yang berada di sisi kiri merupakan bangunan berbahan papan kayu berukuran sekitar 4 x 7 meter, dengan nilai aset yang berhasil diselamatkan sekitar Rp20 juta.

Bangunan lainnya milik Nyamirin (60), juga berbahan papan kayu dengan ukuran sekitar 4 x 9 meter. Aset di dalamnya ditaksir sekitar Rp30 juta.

Jarak Pos Kota Damkarmat Bojonegoro menuju lokasi kejadian sekitar 10 kilometer. Dalam proses penanganan, petugas tidak mengalami kendala berarti.

Selain melakukan pemadaman, petugas Damkarmat juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai pencegahan kebakaran, langkah penanganan awal ketika terjadi kebakaran, serta tugas dan fungsi Dinas Damkarmat Kabupaten Bojonegoro.

Penanganan kejadian tersebut melibatkan Dinas Damkarmat Kabupaten Bojonegoro Pos Kota, BPBD Bojonegoro, Polsek Dander, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Pemerintah Desa Sumberagung, serta masyarakat setempat.

Petugas mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya saat melakukan aktivitas memasak, dan memastikan kompor benar-benar dalam kondisi mati setelah selesai digunakan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *