Konsolidasi Perdana PRNU Tawangrejo: Perkuat Khidmat Organisasi Melalui Kajian Qonun Asasi

Pengurus PRNU Tawangrejo gelar pertemuan rutin dan kajian Qonun Asasi
Suasana pertemuan rutin perdana PRNU Tawangrejo di kediaman Rois Syuriah dengan agenda kajian Qonun Asasi dan penguatan organisasi.

JagatSembilan.com | Lamongan – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, menggelar pertemuan rutin (Pertin) perdana pasca terbentuknya kepengurusan baru, Sabtu malam (2/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi sebagai tindak lanjut hasil Musyawarah Kerja Ranting (Muskeran) yang sebelumnya diselenggarakan di Balai Desa Tawangrejo.

Pertemuan rutin yang dijadwalkan setiap dua bulan sekali pada Sabtu minggu pertama ini dilaksanakan di kediaman Rois Syuriah PRNU Tawangrejo, Dr. KH. Nur Faizin, serta dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PRNU Tawangrejo, H. Muzayin. Kegiatan berlangsung khidmat dengan rangkaian acara yang mencerminkan keseimbangan antara penguatan spiritual dan manajerial organisasi.

Acara diawali dengan pembacaan tahlil dan surat Yasin, sebagai bentuk tawassul dan penguatan ruhiyah jamaah. Selanjutnya, Rois Syuriah memimpin kajian kitab Muqoddimah Qonun Asasi, yang menjadi landasan ideologis dan konstitusional dalam gerak langkah organisasi Nahdlatul Ulama. Kajian ini menegaskan kembali pentingnya memahami prinsip dasar perjuangan NU dalam konteks keorganisasian yang berkelanjutan.

Memasuki sesi inti, forum membahas berbagai aspek penguatan kelembagaan, termasuk kelengkapan perangkat organisasi seperti pembentukan dan optimalisasi LAZISNU, serta perumusan agenda-agenda strategis ke depan yang menyentuh kebutuhan warga nahdliyin di tingkat ranting.

Ketua Tanfidziyah PRNU Tawangrejo, H. Muzayin, dalam sambutannya menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi momentum penting untuk membangun soliditas dan arah gerak organisasi.

“Pertemuan rutin ini harus menjadi ruang konsolidasi yang produktif. Kita ingin memastikan bahwa seluruh perangkat organisasi berjalan efektif, sehingga NU di tingkat ranting benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rois Syuriah PRNU Tawangrejo, Dr. KH. Nur Faizin, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara dimensi spiritual dan organisatoris dalam berkhidmat di NU.

“NU bukan hanya organisasi struktural, tetapi juga jam’iyah diniyah yang bertumpu pada nilai-nilai keilmuan dan amaliyah. Oleh karena itu, setiap langkah organisasi harus dilandasi pemahaman yang kuat terhadap Qonun Asasi agar tidak kehilangan arah,” tegasnya.

Pertemuan perdana ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi pengurus PRNU Tawangrejo dalam menjalankan program kerja yang sistematis, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran NU sebagai pilar keagamaan dan sosial di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *