Kreasi Emak-emak Bojonegoro Saat Harga Cabe Turun

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Memanfaatkan momen turunnya harga cabe, sekelompok emak-emak kreatif di Kabupaten Bojonegoro berinisiatif meluncurkan produk olahan cabe. Momentum itu digunakan sebagai masa promosi produk olahan cabe hasil budi daya lokal.

“Untuk resepnya, kami berkolaborasi dengan pihak yang telah melakukan usaha ini,” terang Riani, salah satu emak yang ikut menjadi pengolahnya.

Dalam pantauan awak media jagatsembilan.com terlihat tak tanggung-tanggung, sebanyak 10 varian olahan cabe diluncurkan dalam masa promosi ini. Kreasi emak-emak yang kemudian membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) tersebut juga tak lepas dari keterlibatan mereka dalam Pekan Kebudayaan Daerah Bojonegoro 2024 yang lalu.

“Dalam ajang tersebut kami bertemu dengan orang-orang kreatif dan sering bertukar pikiran. Baru pada awal tahun inilah ide dan gagasan kami terealisasi,” tambahnya.

Selain momen turunnya harga cabe, budaya kuliner Bojonegoro yang cenderung pedas juga menjadi pertimbangan pemilihan olahan tersebut.

“Kalau gagasan besarnya sih mengolah hasil tanam lokal menjadi produk yang lebih memiliki nilai ekonomi. Sehingga tak melulu menjual barang mentah,” jelasnya.

Saat ini terdapat tiga varian utama yang telah dikenalkan, yakni sambal jenis crispy untuk toping segala menu, sambal uleg sebagai teman makan harian dan sambal rujak sebagai cocolan aneka camilan.

“Sebenarnya ada dua jenis produk yang akan kami kembangkan. Yang pertama adalah produk kuliner dan sebentar lagi produk kebersihan. Semuanya skala mikro dan sebagai industri rumah tangga,” tambah Eny Lestari, pelaku lainnya.

Tak hanya berniaga, mereka mengaku siap bermitra dengan siapapun. Termasuk berbagi kreatifitas bagi ibu rumah tangga. “Khususnya yang ada di desa atau para generasi muda. Bisa sharing bersama dan menjadi mitra industri rumah tangga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *