Kritik Sekdes Sukowati terhadap PT. Sata Tec: Survei Buruk dan Sikap Karyawan yang Tak Ramah

Jagatsembilan.com | Bojonegoro –  Sekretaris Desa (Sekdes) Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, M Nasyruddin, turut memberikan pernyataan kritis dalam rapat pemeriksaan dokumen UKL-UPL PT. Sata Tec yang digelar di gedung Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro hari ini, kamis (06/03/2025).  Sekdes menyoroti beberapa hal penting terkait dampak operasional perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Nasyruddin mempertanyakan kurangnya survei lingkungan yang memadai sebelum PT. Sata Tec memulai produksi.

“Seharusnya sebelum produksi, PT. Sata Tec melakukan survei yang komprehensif.  Mereka pasti tahu dampaknya seperti apa.  Jadi, saya rasa kesalahan utamanya sudah dari awal survei yang kurang tepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Nasyruddin juga menjelaskan posisi pemerintah desa sebagai penengah.

“Kami pemerintah desa berupaya menjadi penengah, agar kegiatan PT. Sata Tec tidak mengganggu kegiatan belajar anak-anak,” lanjutnya.

Nasyruddin juga menyinggung hasil uji kualitas udara yang dianggap kontradiktif.

 “Saat alat uji kualitas udara terpasang, tidak tercium bau. Tapi begitu alatnya dilepas, bau kembali muncul.  Kami langsung mendapat laporan dari masyarakat,” jelasnya.

Sekdes berperawakan gemoy itu juga menyoroti sikap para karyawan PT. Sata Tec yang dinilai kurang ramah dan tidak mengakui dampak negatif terhadap warga sekitar.

 “Kami ingin menyampaikan agar etika kerja karyawan PT. Sata Tec lebih diutamakan.  Mereka tidak mau mengakui adanya warga yang dirugikan dan terdampak, bahkan seolah-olah memusuhi warga yang terdampak,” tuturnya dengan nada tegas.

Terakhir, Sekdes menekankan pentingnya PT. Sata Tec memperhatikan anjuran pemerintah desa pasca beroperasinya pabrik.

“Setelah PT. Sata Tec diizinkan beroperasi, kami minta agar perusahaan memperhatikan anjuran dari Pemdes.  Sebagai contoh, beberapa waktu lalu anak-anak sekolah dipulangkan lebih awal karena bau yang sangat menyengat, tetapi PT. Sata Tec mengabaikan hal itu.  Permintaan maaf dari pihak PT. Sata Tec pun sampai saat ini belum ada,” pungkas Sekdes Sukowati itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *