Lazisnu MWC NU Balen dan Banser Husada Gelar “Gerbeg”: Potong Rambut dan Bekam Gratis di Ranting Bulaklo

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) MWC NU Balen bekerja sama dengan Banser Husada menggelar kegiatan “Gerbeg” (Gerakan Potong Rambut dan Bekam Gratis), Selasa, (25/07/2025), bertempat di Masjid Baiturrohim, Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin bulanan yang digelar secara bergilir di masjid-masjid se-Kecamatan Balen dalam rangka mendukung program Jum’at Sehat dan Bersih. Koordinator kegiatan, Mustain, menjelaskan bahwa Gerbeg tidak hanya menyasar aspek kesehatan fisik, tetapi juga sebagai bentuk khidmat sosial kepada masyarakat.

“Program ini kami gelar rutin setiap bulan. Harapannya bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar istikamah kami dalam pelayanan umat,” ujar Mustain.

Kegiatan Gerbeg kali ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Ketua NU Ranting Bulaklo, K. Syamsu Dluha, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lazisnu dan Banser Husada. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan sosial.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semoga bisa terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi ranting-ranting lainnya,” ujarnya.

Tak hanya dari MWC NU Balen, kegiatan ini juga melibatkan relawan dari pengurus Lazisnu Ranting Margomulyo serta kader Ansor dan Banser se-PAC Balen yang turut membantu dalam teknis pelaksanaan. Sinergi antar elemen NU ini menjadi modal penting dalam memastikan kegiatan berjalan lancar dan memberikan dampak yang luas.

Melalui kegiatan ini, Lazisnu MWC NU Balen bersama Banser Husada ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dapat diwujudkan dengan langkah-langkah sederhana namun berkelanjutan. Gerakan ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah dan memperkuat peran Nahdliyin dalam membangun kesehatan berbasis komunitas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *