JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahasiswa Doktoral Unisma melaksanakan acara Seminar Nasional dengan tema “Membangun Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural dalam Penguatan Nilai-Nilai Moderasi Beragama” hari ini Jumat (26/01/2024). Acara itu dilaksanakan di Aula Pascasarjana Unugiri Jl. Jend. Ahmad Yani Bojonegoro.
Seminar itu dihadiri oleh oleh Rektor Unugiri K. Jauharul Maarif, M.PdI, Direktur Pascasarjana Hj Sri Minarti, M.Pd, Kaprodi M. PAI, Dr Hamam Burhanuddin, M.PdI dan Kaprodi M. HES, Dr Shofa Rabbani, Lc, MA.
Acara tersebut dimulai dengan seremonial dengan pembacaan sholawat Fatih, lagu Indonesia raya dan Subbanul Waton. Acara dilanjutkan dengan pengarahan ibu Direktur Pasca Sarjana, Sri Minarti asli dari Bojonegoro. Dalam kesempatan itu Direktur menyampaikan bahwa mahasiswa harus mempunyai kecerdasan sosial, sikap empati dan itu diperoleh dari pendewasaan diri. Selain itu juga menyampaikan bahwa hari ini adalah selesai kegiatan KDM dengan dilaksanakan seminar yang mengusung tema Membangun Nilai -nilai Pendidikan Islam Multikultural dalam penguatan nilai-nilai Moderasi Beragama.
Sedangkan peserta yang hadir adalah perwakilan mahasiswa pasca sarjana berjumlah 60 orang. Selanjutnya Sri Minarti berharap kepada semua peserta untuk bisa mengambil hikmah dari seminar ini. Sebelum seminar acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sofa Robbani.
Seminar diawali dengan perkenalan yang bertugas moderator Nur Indah Mahmudah bahwa pemateri yang pertama Taufiq Azuhri, Hartini dan Ulfah Hayati, Bambang Utomo, dan Fahrur Rozi. Seminar ini mengeksplor isi buku yang ditulis selama dua bulan. Awalnya menceritakan tentang dinamika Unugiri dilanjut nilai nilai pendidikan Islam multikultural kemudian Nilai nilai moderasi beragama dan terakhir tentang bagaimana implementasi moderasi beragama di Unugiri.
Peserta seminar sangat antusias untuk mengikuti dan mereka juga memberikan tanggapan yang luar biasa diantaranya fakih, Muh. Sholihin, Ervin Fajriyati, Muh Shodiqun dan Rizkun Nafi’ah Darajah. Inti dari yang ditanyakan adalah bagaimana Tawasuth yang sebenarnya merupakan Aqoid atau tarbiyah? Nilai spiritual apa yang terkandung dalam Moderasi beragama? Organisasi masyarakat apa yang bagus dan moderat? Apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa pasca dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi? Dan bagaimana sikap kita di era cyber?
Pertanyaan-pertanyaan itu muncul secara natural dan ditanggapi oleh para narasumber KDM bahwa intinya mahasiswa mempunyai kesadaran dalam menerima keberagaman di Indonesia adalah sunnatullah untuk itu sikap moderat hendaknya dimiliki oleh setiap individu tidak terkecuali mahasiswa. para mahasiswa pascasarjana bisa menjadi pelopor moderasi beragama dalam mengimplementasikannya melalui insersi, pendekatan pembelajaran dan pelatihan.













