Mahasiswa KKN TK Kelompok 18 Unigoro Pasarkan Hasil Produk UMKM Sendangharjo pada Event Budaya Ruwat Nuswantoro 

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 dari Universitas Bojonegoro (Unigoro) turut serta dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.

M. Qafid Jalaludin Ketua Kelompok 18 KKN TK Unigoro menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja (Proker) KKN yang bertujuan untuk mempelajari sekaligus membantu proses produksi dan pemasaran produk lokal khas Geopark Kayangan Api.

“Produk-produk UMKM yang menjadi fokus dalam kegiatan ini meliputi krupuk girut, abon jamur, ares pisang, dan abon gedebog pisang. Seluruh proses pembelajaran dan produksi dilakukan di rumah produksi milik Ibu Ngaesah, salah satu pelaku UMKM aktif di desa tersebut. Mahasiswa KKN secara langsung terlibat dalam tahapan produksi, mulai dari persiapan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan produk,” terang Qafid sapaan akrabnya. Senin (21/07/2025).

Menurut Qafid, tidak hanya berfokus pada proses produksi, mahasiswa KKN juga turut serta membantu dalam kegiatan pemasaran. Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan adalah dengan ikut menjual produk-produk tersebut di lokasi wisata Geopark Kayangan Api, tepatnya pada saat berlangsungnya acara Ruwatan Nuswantoro.

“Momentum ini dimanfaatkan untuk mengenalkan produk lokal kepada para pengunjung yang datang dari berbagai daerah,” terang Qafid.

Sementara itu Ngaesah pemilik UMKM menyampaikan rasa terima kasih dan dukungannya terhadap kegiatan mahasiswa KKN. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa yang memberikan tenaga dan ide-ide baru dalam pengembangan usahanya.

“Saya sangat mendukung dan merasa terbantu sekali dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Saya jadi punya semangat lagi untuk membuat produk UMKM ini menjadi lebih baik dan dikenal luas,” ujar Bu Ngaesah.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi pelaku UMKM lokal, tetapi juga bagi mahasiswa sebagai bentuk pengalaman langsung terjun ke masyarakat. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan budaya seperti Ruwatan Nuswantoro turut mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *