JagatSembilan.com | Bojonegoro – Cuaca panas tak menyurutkan semangat ribuan siswa-siswi Bojonegoro yang mengikuti gladi bersih tari massal dalam rangka pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Rabu (16/07/2025). Kegiatan yang dilaksanakan di Stadion Bojonegoro itu diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro ini melibatkan sebanyak 2.025 penari dari kalangan pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bojonegoro.
Sebanyak 28 pelatih tari, yang mayoritas merupakan guru seni budaya dari berbagai sekolah, turut mendampingi dan membimbing para penari. Gladi bersih ini digelar untuk menyempurnakan koreografi dan kekompakan gerakan menjelang hari puncak pemecahan rekor.

Menariknya, gladi bersih ini diiringi musik tradisional khas Bojonegoro yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, sehingga suasana kegiatan terasa lebih hidup dan sarat nuansa budaya lokal.
Nurcholish, guru SMP Kedungadem, yang ikut mendampingi siswanya menyampaikan apresiasi atas semangat anak didiknya yang tetap antusias meski harus mengikuti gladi bersih di bawah terik matahari.

“Buktinya itu, para siswa di cuaca panas seperti ini masih sangat semangat,” ungkapnya dengan penuh rasa bangga.
Ia berharap seluruh peserta tetap diberi kesehatan dan kekuatan hingga pelaksanaan acara.
Hal senada juga disampaikan oleh Anang, pelatih dari SMP Negeri 5 Bojonegoro. Ia menyebutkan bahwa sejauh ini perkembangan gerakan dan kekompakan para peserta sudah mendekati sempurna.
“Progres latihan tari sudah mencapai sekitar 80%. Anak-anak mulai hafal gerakan dan lebih kompak dari hari ke hari,” ujarnya.
Anang juga menjelaskan bahwa jenis tari yang tengah digelarkan adalah Tari Api Kayangan Merah Putih, sebuah modifikasi dari tari tradisional yang sudah ada sebelumnya.
“Sebenarnya Tari Api Kayangan sudah ada dari dulu, tapi karena ini berkaitan dengan peringatan Hari Koperasi Jawa Timur, maka ditambah merah putih,” terang Anang.

Sementara itu, Welly Fitrama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, mengungkapkan bahwa kegiatan ini tak hanya bertujuan untuk memecahkan rekor, namun juga sebagai upaya melestarikan budaya lokal dan membangun rasa bangga di kalangan generasi muda.
“Ini adalah momentum luar biasa, tidak hanya karena jumlahnya yang besar, tetapi juga karena semangat kolaboratif antara sekolah, pelatih, dan Pemkab. Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya apresiasi yang lebih tinggi terhadap seni tradisi,” jelasnya.
Pemkab Bojonegoro menargetkan rekor MURI untuk kategori penari massal terbanyak ini dapat tercapai pada puncak acara yang akan digelar dalam besok Kamis (17/07/2025). Para pelajar pun tampak antusias dan bertekad untuk memberikan penampilan terbaiknya demi mengharumkan nama daerah.














