JagatSembilan.com | Bojonegoro – NU Care LAZISNU Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Silaturahmi dan Koordinasi Program di Kantor MWCNU Padangan, Kecamatan Padangan. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Ketua dan Sekretaris LAZISNU tingkat kecamatan di wilayah Barat Bojonegoro, meliputi Kecamatan Padangan (tuan rumah), Purwosari, Kasiman, Kedewan, Ngraho, Margomulyo, Tambakrejo, dan Ngambon. Senin (23/02/2026).
Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi kelembagaan, menyamakan arah gerak program, serta mendorong transformasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang lebih profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah sosialisasi penerbitan website perdana LAZISNU Bojonegoro sebagai bagian dari langkah strategis menyongsong digitalisasi filantropi di wilayah Bojonegoro. Website ini diharapkan menjadi pusat informasi, pelaporan program, serta kanal penghimpunan donasi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat dan para muzakki.
Ketua LAZISNU Kabupaten Bojonegoro, Eko Arief Cahyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Kita harus menjawab tantangan zaman. Dengan hadirnya website resmi LAZISNU Bojonegoro, kita ingin membangun kepercayaan publik melalui transparansi program dan laporan yang bisa diakses secara terbuka. Ini adalah langkah awal menuju tata kelola filantropi yang modern dan akuntabel,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi akan mempercepat distribusi informasi program, memperluas jangkauan donatur, serta memperkuat branding kelembagaan LAZISNU di tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Sementara itu, KH Agus Zali selaku perwakilan pimpinan MWCNU Padangan menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Padangan sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk penguatan koordinasi dan ukhuwah antar pengurus. Digitalisasi yang diinisiasi LAZISNU Kabupaten adalah langkah visioner yang harus didukung bersama, agar pelayanan kepada umat semakin optimal dan terpercaya,” tuturnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Gus Alexander Mubarok selaku Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Bojonegoro. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi struktural dalam mengembangkan potensi filantropi Nahdlatul Ulama di Bojonegoro.
“Digitalisasi adalah keniscayaan. LAZISNU harus menjadi pionir dalam tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi. Dengan sinergi antara PCNU, MWCNU, dan ranting, kita optimis potensi zakat di Bojonegoro dapat tergarap lebih maksimal untuk kesejahteraan umat,” tegasnya.
Kegiatan silaturahmi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan pemetaan program prioritas wilayah Barat, sekaligus komitmen bersama untuk mengoptimalkan penguatan kelembagaan dan percepatan implementasi digitalisasi di seluruh kecamatan.
Melalui kegiatan ini, LAZISNU Bojonegoro meneguhkan komitmennya untuk terus berinovasi, memperluas kemanfaatan, dan menghadirkan layanan filantropi yang adaptif di era digital, demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro.













